
MEMORI MANIS: Makan Konate saat mengenakan seragam Arema FC dan Persebaya. Dia punya memori manis bersama kedua tim besar asal Jawa Timur tersebut. (Instagram Makan Konate)
JawaPos.com — Derbi Jawa Timur telah lama menjadi ajang pertarungan yang tak hanya memperebutkan poin, tapi juga memicu hiruk-pikuk antara dua kubu rival, Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Dan, pada Rabu (27/3) akan menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para pencinta sepak bola Tanah Air, di mana Stadion Kapten I Wayan Dipta akan menjadi saksi ketegangan serta semangat juang kedua tim dalam perebutan supremasi.
Namun, di balik rivalitas yang membara, terdapat kisah yang menghangatkan hati, kisah tentang pemain yang pernah mengenakan seragam kedua tim, menciptakan memori manis bersama keduanya. Makan Konate, satu di antara dua pemain yang menjadi pusat perhatian, telah merajut kisahnya dengan Persebaya Surabaya dan Arema FC dengan warna yang tak terlupakan.
Makan Konate: Kapten Arema yang Berlabuh di Surabaya
Makan Konate, nama yang tak asing lagi bagi para pencinta sepak bola Indonesia. Pemain asal Mali ini telah mengukir sejarah dengan seragam Arema FC sejak 2018 hingga 2020. Kepemimpinannya sebagai kapten dan kualitasnya sebagai pemain andalan membuatnya menjadi sosok yang dihormati di lapangan.
Tak hanya sekadar menghiasi lapangan dengan kepiawaiannya, Konate juga turut menyumbangkan trofi Piala Presiden 2019 untuk Arema FC, sebuah prestasi yang membanggakan bagi tim berjuluk Singo Edan. Namun, seperti halnya sebuah perjalanan, ada titik di mana harus berpisah.
Ketika kontraknya dengan Arema FC berakhir pada 2019, Konate menjadi buah bibir bagi banyak klub dalam Liga 1 2020. Keputusannya untuk meninggalkan Arema pun mengejutkan banyak pihak, namun keputusan itu sudah bulat. Konate memilih berlabuh di Kota Surabaya, bukan untuk kembali ke Singo Edan, melainkan untuk memperkuat rival abadinya, Persebaya Surabaya.
Di Persebaya Surabaya, Konate tak hanya menjadi pemain biasa, namun dia diberi kepercayaan sebagai kapten, tanggung jawab besar yang diembannya dengan penuh kebanggaan. Meskipun perjalanannya dengan Green Force tak berlangsung lama karena terhentinya Liga 1 akibat pandemi, namun jejaknya telah meninggalkan kesan yang mendalam.
Keputusannya untuk berpindah ke Persebaya Surabaya mungkin menjadi hal yang kontroversial bagi sebagian Aremania, namun bagi Bonek, Konate tetaplah seorang yang dicintai, bukan hanya karena prestasinya di lapangan, namun juga karena keberaniannya untuk mencari tantangan baru.
Samsul Arif: Dari Arema ke Persebaya Melalui Persib Bandung, Menuju Memori Manis
Samsul Arif, nama yang mengundang nostalgia bagi para pencinta sepak bola Indonesia. Pria asal Bojonegoro ini telah mengukir sejarah dengan seragam Arema FC sejak 2014 hingga 2016. Di Malang, Samsul bukan sekadar menjadi bagian dari tim, namun dia menjadi salah satu penyerang lokal yang paling produktif.
Namun, seperti halnya takdir, kebersamaannya dengan Singo Edan harus berakhir pada 2016. Dia kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Persib Bandung, sebuah langkah yang menempatkannya di bawah sorotan publik sepak bola Tanah Air.
Lima tahun berlalu, di musim 2021/2022, Samsul Arif kembali memperlihatkan pesonanya di pentas Liga 1, namun kali ini dia memperkuat Persebaya Surabaya. Di usia yang tak lagi muda, Samsul membuktikan bahwa kualitasnya tak pernah pudar. Meskipun berperan sebagai penyerang cadangan, namun kontribusinya bagi Green Force tak pernah diragukan.
Kecintaan Bonek terhadap Samsul tercermin jelas saat dia memutuskan untuk meninggalkan Persebaya Surabaya dan melanjutkan perjalanan kariernya di Persis Solo. Banyak dari fans Persebaya Surabaya yang merasa kehilangan dengan kepergiannya, sebuah bukti bahwa Samsul telah menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan klub asal Surabaya tersebut.
Aji Santoso: Sang Arek Malang yang Menjadi Kekasih Abadi Bonek

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
