
NGABUBURIT ALA ANAK BOLA: Ngabuburit asyik di bulan Ramadhan 2024 dengan menonton film nyata asal-usul sepak bola di Jerman. (wildbunch-germany.de)
JawaPos.com — Mendekati waktu berbuka puasa, apa yang lebih menyenangkan daripada menikmati santapan jiwa dan raga sambil menonton film?
Kini, para penggemar sepak bola dan pencinta film diundang untuk merasakan pengalaman seru tersebut di Wisma Jerman. Dalam edisi perdana KinoWochenende, pengunjung diajak untuk menyaksikan "Der Ganze Große Traum" (Lessons of a Dream), sebuah film Jerman yang mengisahkan awal mula sepak bola di negeri tersebut.
Dengan durasi 113 menit dan subtitle dalam bahasa Inggris, film ini menawarkan hiburan yang menarik serta cerita yang inspiratif.
Acara ini akan digelar di Ruang Halle, Sabtu (16/3) pukul 15.00 WIB. Sebuah kesempatan yang sempurna untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa, sekaligus menyemarakkan akhir pekan bersama-sama. Jadi, ajaklah teman-teman dan keluarga untuk bergabung dalam momen seru ini!
Edisi perdana KinoWochenende ini tidak hanya spesial karena film yang ditampilkan, tetapi juga karena menghadapi EURO 2024 dengan Jerman sebagai tuan rumah. Film yang diputar bertema sepak bola, sehingga sangat cocok sebagai pemanasan menyambut turnamen besar tersebut.
Dengan cerita yang menggugah, film ini mengangkat kisah inspiratif pada tahun 1874 di Jerman, di bawah kepemimpinan yang disiplin dari Kaiser Wilhelm I. Di tengah suasana sekolah yang kaku dan hukuman yang keras bagi pelanggar, muncul seorang pria bernama Konrad Koch.
Konrad Koch, yang kembali dari luar negeri untuk mengajar Bahasa Inggris, menghadapi tantangan besar dalam memperbaiki sistem pendidikan yang keras dan memberikan semangat baru kepada para siswa.
Dengan penuh kreativitas, Konrad Koch memutuskan untuk mengajar Bahasa Inggris melalui olahraga yang belum pernah dikenal sebelumnya di sekolah: sepak bola. Inisiatif ini mengubah paradigma para siswa, dari yang sebelumnya terjebak dalam siklus bully dan penindasan menjadi individu yang percaya diri dan bekerja sama sebagai tim. Namun, perjuangan Konrad Koch tidaklah mudah. Sepak bola dianggap sebagai permainan barbar dan dilarang di Jerman saat itu.
Meski dihadapkan dengan tekanan dan ancaman, Konrad Koch tidak menyerah. Dukungan dari para siswa yang terinspirasi oleh semangat dan keberanian Konrad Koch menjadi pendorong utama dalam perjuangan mereka.
Film ini bukan hanya sekadar kisah sejarah sepak bola, tetapi juga sebuah cerita tentang perjuangan melawan ketidakadilan dan pembelajaran di luar teori-teori yang membosankan di sekolah.
Dibalut dengan latar belakang sejarah yang kuat, film ini menyampaikan pesan-pesan penting tentang kesetaraan sosial, kerja sama tim, dan keberanian untuk melawan norma yang menyakitkan.
Melalui kisah nyata Konrad Koch, kita diajak untuk merenungkan peran pendidikan yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menginspirasi dan membentuk karakter. Kisah di film ini adalah bukti bahwa pendidikan bisa menyenangkan dan membawa dampak positif yang mendalam bagi generasi mendatang.
Sebastian Grobler, sang sutradara, ingin membangun kembali memori masyarakat tentang perjuangan Konrad Koch dan para siswa dalam memperjuangkan hak mereka untuk bermain sepak bola. Film ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu harus membosankan, dan bahwa guru dapat memberikan pengajaran melalui cara yang menyenangkan dan bermakna.
Acara ini didukung oleh Goethe Institut dan gratis serta terbuka untuk umum. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pengalaman menarik ini bersama-sama. RSVP atau pendaftaran sekarang melalui tautan ini (https://bit.ly/KIWOMAR2024) dan siapkan diri Anda untuk sebuah petualangan ngabuburit di bulan ramadhan yang menginspirasi di Wisma Jerman.
Photo
