Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 18.35 WIB

Kontroversi Sanksi Wahyudi Hamisi, Gusti Randa: Semoga Komdis PSSI Bisa Lebih Netral ke Depannya

MENERIMA SANKSI: Gusti Randa (kanan) memberikan pernyataan kritik Komdis PSSI dan menerima sanksi yang diberikan untuk Wahyudi Hamisi. (PSS Sleman) - Image

MENERIMA SANKSI: Gusti Randa (kanan) memberikan pernyataan kritik Komdis PSSI dan menerima sanksi yang diberikan untuk Wahyudi Hamisi. (PSS Sleman)

JawaPos.com — Kasus kontroversial mencuat dalam dunia sepak bola Indonesia ketika Wahyudi Hamisi, gelandang bertahan PSS Sleman, diberikan sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Insiden yang terjadi di lapangan saat pertandingan PSS Sleman melawan tim lawan, Persebaya Surabaya, mengakibatkan tindakan disiplin dari pihak otoritas sepak bola.

Keputusan sanksi tersebut tertuang dalam surat keputusan nomor 196/L1/SK/KD-PSSI/III/2024 yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI. Wahyudi Hamisi dihukum karena melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 dengan melakukan pelanggaran serius terhadap pemain lawan, serta menunjukkan gestur kurang sopan terhadap pemain lawan.

Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada, Gusti Randa, memberikan tanggapan terkait sanksi yang diterima oleh Wahyudi Hamisi. Meskipun mengakui bahwa kehilangan Hamisi akan merugikan tim karena perannya sebagai gelandang bertahan, Gusti Randa menyatakan bahwa keputusan Komdis harus dihormati dan diterima dengan lapang dada.

Dia juga menyampaikan harapannya agar Komdis PSSI dapat lebih bersikap imparisal dalam memutuskan kasus-kasus di masa mendatang.

“Tentu kehilangan Hamisi sangat merugikan tim karena kami hanya punya dia sebagai gelandang bertahan. Pelatih pasti akan kembali menyesuaikan taktik karena keputusan ini kami dapat di hari sebelum pertandingan,” jelasnya dikutip dari laman resmi klub.

“Karena kita tahu dari sisi pemberitaan bisa menggiring ke satu pihak dan belum tentu kebenarannya,” harapnya.

“Meskipun berat untuk tim, tapi kami dari PSS Sleman sangat menerima keputusan yang diberikan oleh Komdis. Maka dari itu kami tidak akan mengajukan banding dan menghormati keputusan dari Komdis. Semoga ini menjadi yang terakhir dan Hamisi bisa belajar dari kejadian kemarin,” pungkasnya.

Namun, respons dari netizen terhadap sanksi yang diberikan kepada Wahyudi Hamisi menunjukkan beragam pendapat. Beberapa netizen menyayangkan bahwa sanksi yang diberikan dianggap terlalu rendah mengingat seriusnya pelanggaran yang dilakukan.

Di antara komentar pedas netizen yang menyoroti keputusan Komdis PSSI adalah pernyataan bahwa sanksi yang diberikan terlalu ringan dibandingkan dengan keparahan pelanggaran yang dilakukan. Beberapa netizen bahkan menyamakan perlakuan yang diberikan kepada pemain dari tim-tim tertentu dengan sanksi yang lebih berat jika pemain tersebut berasal dari tim-tim yang lebih populer.

Komentar pedas netizen di akun instagram @PersebayaFans.27 terkait hukuman yang dirasa rendah karena perbuatan Wahyudi Hamisi:

“Njalok Liga Indonesia maju,Sampek kapanpun tetep ngene.Liga Dagelan,” tulis @hovi.tole22.

“Karna bukan pemain persebaya dan persib, jadi pssi ngak terlalu bersemangat,” ungkap @_tttofa.

“Sanki biar ada efek jera,, @pssi,” ujar @toosepatu.id.

“Bobroke federasi sepak bola Indonesia ngono kok pengen maju federasi ne kayak gini,” timpal @ryansnuk65.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore