Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 20.35 WIB

Kondisi ini Membuat Persebaya Surabaya Tergeser dari Posisi Puncak Skuad Termuda di Liga 1 Indonesia

AYO BANGKIT: Pemain muda di Persebaya Surabaya sekarang mendapatkan perhatian khusus dari Paul Munster. (Persebaya Surabaya) - Image

AYO BANGKIT: Pemain muda di Persebaya Surabaya sekarang mendapatkan perhatian khusus dari Paul Munster. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Dalam gelaran Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 putaran kedua, Persebaya Surabaya harus menghadapi kenyataan mengejutkan.

Tim asal Surabaya ini tergeser dari posisi puncak sebagai skuad termuda di antara tim-tim peserta. Data statistik menunjukkan bahwa rata-rata usia skuad Persebaya Surabaya adalah 24.4 tahun, membuatnya turun ke posisi ketiga dalam daftar usia rata-rata skuad.

Dalam sebuah kompetisi yang mempertandingkan tim-tim dengan beragam komposisi dan karakter, usia skuad dapat menjadi faktor yang signifikan dalam menentukan performa sebuah tim.

Data statistik yang dirilis Transfermarkt menunjukkan beberapa tim di Liga 1 Indonesia memiliki skuad dengan rata-rata usia yang lebih muda daripada Persebaya Surabaya.

PSIS Semarang yang baru saja memperpanjang kontrak Gali Freitas, sebagai contoh, menempati posisi puncak sebagai skuad termuda dengan rata-rata usia 23.8 tahun, diikuti oleh PSM Makassar yang dilatih oleh Bernardo Tavares dengan usia rata-rata 24.1 tahun.

Sementara Persebaya Surabaya yang melakukan perombakan besar-besaran di putaran kedua kini berada di peringkat ketiga dengan rata-rata usia 24.4 tahun.

Photo

Persebaya Surabaya, yang sebelumnya dikenal dengan komitmen mereka dalam mengembangkan bakat-bakat muda, kini harus menghadapi fakta bahwa usia skuad mereka tidak lagi menjadi yang termuda di antara tim-tim peserta Liga 1.

Meskipun demikian, hal ini tidak serta-merta mengindikasikan bahwa Persebaya Surabaya kehilangan potensi atau kualitas.

Sebaliknya, pergeseran ini mungkin saja menjadi titik awal bagi Persebaya Surabaya untuk mengevaluasi strategi mereka dalam pengembangan bakat-bakat muda. Mungkin, saatnya bagi klub untuk lebih fokus pada pembinaan dan pengembangan pemain muda guna menjaga keberlangsungan dan kompetitif tim di masa mendatang.

Kehadiran bakat-bakat muda yang berkualitas tetap menjadi aset yang berharga bagi setiap klub sepak bola. Oleh karena itu, meskipun usia skuad Persebaya Surabaya tidak lagi menjadi yang termuda di Liga 1, upaya untuk terus mendukung pengembangan pemain muda diharapkan tetap menjadi prioritas bagi klub.

"Penting juga bagi mereka untuk mendapatkan waktu bermain, karena pada akhirnya saya akan membutuhkan para pemain (muda) ini," ungkap Paul Munster tentang perhatian khususnya terhadap pemain muda.

Dalam menanggapi pergeseran ini, pihak manajemen dan pelatih Persebaya Surabaya mungkin perlu melakukan evaluasi mendalam terkait dengan program pengembangan dan rekrutmen pemain mereka. Langkah-langkah strategis yang tepat dapat membantu klub untuk kembali mendominasi sebagai salah satu tim dengan skuad termuda dan paling berpotensi di Liga 1 Indonesia.

Dengan demikian, pergeseran Persebaya Surabaya dari posisi puncak skuad termuda di Liga 1 menjadi momen penting untuk refleksi dan evaluasi. Kesempatan untuk memperkuat program pengembangan pemain muda dapat menjadi kunci dalam mempertahankan kompetitivitas dan kesuksesan klub di masa depan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore