
PRESTASI DAN PERJUANGAN: Harmadi (kiri) sang legenda Persebaya dan Deltras saat berbincang dengan youtuber Miftah. (Tangkapan Layar Channel Youtube Omah Balbalan)
JawaPos.com – Prestasi dan perjalanan sepak bola Indonesia diwarnai oleh sosok-sosok yang meninggalkan jejaknya. Salah satu nama yang tak terlupakan adalah Harmadi, stoper tangguh yang pernah menjadi bagian penting dari Persebaya Surabaya pada era 1980-an.
Kisah ini akan mengulas perjalanan panjang Harmadi, dari desa kecil di Sidoarjo hingga menjadi pemain kunci Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo, serta perannya di dunia wirausaha setelah pensiun dari lapangan.
Harmadi, berasal dari Desa Sepande, Sidoarjo, mulai mencuri perhatian dalam dunia sepak bola ketika direkrut oleh tim amatir Assyabaab pada 1982. Bergabung dengan tim internal Persebaya Surabaya, dia segera menunjukkan potensinya sebagai seorang stoper yang tangguh.
Dua tahun berselang, Harmadi telah menjadi bagian tak tergantikan dari tim Green Force, terutama saat mencapai final Perserikatan musim 1986/1987. Meskipun harus merasakan kekalahan dari PSIS Semarang, namun penampilan gemilang Harmadi tetap mengukir sejarah bagi Persebaya.
Namun, musim berikutnya membawa keputusan kontroversial dalam karier Harmadi. Kepindahannya ke klub Galatama asal Gresik, Petrokimia Putra, membuatnya meninggalkan Persebaya. Meskipun dengan hati terguncang, Harmadi harus menuruti keputusan pemilik Assyabaab, M. Barmen.
"Tapi, saya akhirnya terpaksa mengikuti keputusan itu setelah pengurus Assyabaab datang menjemput saya di rumah," ungkap Harmadi dilansir dari channel Youtube Omah Balbalan.
Tak lama setelah meninggalkan Persebaya Surabaya, Harmadi menghadapi masa sulit di Petrokimia Putera. Keputusannya untuk mundur tanpa surat keluar membuatnya 'tergantung' dalam sepak bola selama setahun. Namun, cobaan ini tidak menghentikannya sepenuhnya dari dunia sepak bola.
Setelah itu, dia kembali terlibat dalam dunia sepak bola saat diminta untuk bergabung dengan tim amatir Blitar Jaya dari Sidoarjo. Tim ini akan mengikuti uji coba dengan Suryanaga, klub internal Persebaya Surabaya. Setelah pertandingan, pelatih Suryanaga, Zulkifli, memberikan tawaran kepada Harmadi untuk bergabung, dan bersedia mengurus surat keluar dari Petrokimia Putera.
"Surat keluar akhirnya saya dapatkan setelah Suryanaga menyodorkan Maura Hally sebagai pengganti saya," tutur Harmadi.
Setelah melalui beberapa tantangan, Harmadi kembali ke sepak bola di musim 1989/1990 bersama Persebaya Surabaya. Kembali menembus final Perserikatan, Harmadi menunjukkan ketangguhannya meskipun harus mengakui keunggulan Persib Bandung. Pensiun sebagai pemain tidak membuat Harmadi menjauh dari lapangan sepak bola.
Setelah pensiun sebagai pemain, Harmadi menjadi bagian dari staf pelatih Deltras Sidoarjo. Meskipun sempat meninggalkan tim, kembali diundang oleh Deltras Sidoarjo pada 2019 membuktikan dedikasinya terhadap sepak bola. Menggantikan peran Gatot Mulbajadi, Harmadi mencoba mengangkat penampilan Deltras Sidoarjo di Liga 3 Jawa Timur.
"Saya menerima tawaran itu setelah pengurus Deltras mendatangi rumah saya," jelas Harmadi.
Setelah perjalanan panjang di dunia sepak bola, Harmadi memutuskan untuk pensiun secara permanen. Fokusnya beralih ke dunia wirausaha dengan membantu istrinya dalam usaha warung kopi. Ketenangan usaha ini memberikan keberlanjutan bagi kehidupan keluarganya, terutama dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.
“Alhamdulillah usaha warkop ini bisa menutupi kebutuhan keluarga setelah saya pensiun dari sepak bola," tutup Harmadi.
Harmadi, anak Desa Sepande yang bersinar di Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo, membawa kita pada kisah inspiratif seorang pemain yang menjalani perjalanan penuh liku. Prestasinya di lapangan, perjuangannya sebagai pelatih, hingga sukses sebagai pengusaha warung kopi menciptakan narasi menarik yang patut diapresiasi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
