
PELOPOR: Peserta Babad Balbalan Suroboyo ketika mengunjungi Wisma Persebaya yang sekarang rusak dan terbengkalai dan hanya menyisakan kepingan masa lalu. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kota Pahlawan, Surabaya, tidak hanya dikenal dengan semangat juangnya yang luar biasa, tetapi juga sebagai tempat kelahiran salah satu klub sepak bola terkemuka di Indonesia, Persebaya Surabaya.
Di tengah semangat menyambut kembalinya liga di tahun baru 2024, Bonek Campus Unesa menggelar acara monumental bertajuk "Babad Balbalan Suroboyo" pada Sabtu (3/2).
Sebuah perjalanan menyeluruh yang mengajak para peserta untuk menelusuri jejak sejarah Persebaya Surabaya, memahami akar klub, dan merangkul semangat untuk masa depan yang lebih gemilang.
Acara itu menjadi momentum bersejarah bagi pencinta sepak bola dan para Bonek untuk menggali lebih dalam sejarah klub kebanggaan mereka. Dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, acara "Babad Balbalan Suroboyo" memulai perjalanannya dari Museum Olahraga Surabaya.
Di tempat ini, peserta dibawa untuk meresapi kisah-kisah heroik Persebaya Surabaya yang tertanam dalam setiap piala, medali, dan memorabilia bersejarah.
Perjalanan dilanjutkan ke Lapangan THOR, saksi bisu dari perjalanan panjang Persebaya Surabaya. Lapangan ini bukan hanya tempat pertandingan, tetapi juga menyimpan kenangan tentang kemenangan dan kekalahan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub. Para peserta diajak untuk menyelami atmosfer dan merasakan semangat juang yang terpancar dari setiap sudut lapangan.
Acara ini tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga spiritual. Peserta dibimbing menuju makam M. Pamoedji, salah satu pendiri Persebaya Surabaya. Di makam ini, mereka berdiri di hadapan sosok yang telah berperan besar dalam membentuk identitas dan perjalanan luar biasa klub ini. Sebuah momen refleksi untuk mengenang dan menghargai kontribusi besar dari para pionir sepak bola Kota Surabaya.
Perjalanan berlanjut ke Wisma Persebaya, tempat di mana kebersamaan, kebahagiaan, dan kesedihan terekam dalam sejarah klub. Peserta diajak untuk menjelajahi ruang-ruang yang pernah menjadi saksi bisu perbincangan strategi, kegembiraan kemenangan, dan kepahitan kekalahan. Wisma Persebaya bukan hanya bangunan, tetapi juga saksi hidup dari perjalanan panjang klub kebanggaan Kota Surabaya.
Perjalanan kembali ke akar tak bisa lepas dari kunjungan ke Lapangan Patjar Keling (PJKA). Sebuah tempat bersejarah di mana sepak bola di Kota Surabaya pertama kali diperkenalkan. Di sinilah peserta dapat meresapi aroma sejarah sepak bola yang mendasari salah satu tempat munculnya talenta-talenta terbaik Kota Surabaya sejak era Belanda.
Selama perjalanan ini, peserta tidak hanya diajak melihat, tetapi juga mendengar kisah-kisah menarik yang membentuk jejak Persebaya Surabaya.
Tour guide, Fery Widyatama, seorang penulis buku berjudul “SIVB Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926-1942”, menjadi narator yang memandu para peserta melalui kisah-kisah sepak bola yang tak terlupakan.
Babad, dalam konteks acara ini, bukan hanya sekadar kata, melainkan sebuah panggilan untuk membuka lembaran sejarah Persebaya Surabaya. Dalam upaya untuk lebih memahami dan mengapresiasi perjalanan luar biasa klub ini, "Babad Balbalan Suroboyo" menjadi wadah yang sempurna. Acara ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga merangkul semangat dan dukungan untuk masa depan Persebaya Surabaya.
Menurut Fery Widyatama, sebagai tour guide atau pemandu perjalanan, menyatakan, "Sangat bagus mengingat acara tersebut mungkin baru pertama kali diadakan di Surabaya, di mana mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang tentunya membahas klub kebanggaan arek-arek Suroboyo, Persebaya Surabaya."
Pernyataan ini mencerminkan pentingnya acara ini dalam membuka mata para pencinta sepak bola terhadap sejarah yang tersembunyi.
"Babad Balbalan Suroboyo" bukan sekadar acara biasa, tetapi merupakan study tour sejarah yang berbeda. Peserta diajak untuk menjelajahi setiap sudut Kota Surabaya yang menjadi bagian dari babad Persebaya Surabaya. Tour guide berpengalaman akan membagikan kisah-kisah menarik yang melibatkan tempat-tempat bersejarah tersebut, menciptakan pengalaman tak terlupakan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
