
MONUMEN KEJAYAAN: Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, ketika inspeksi di Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) dalam pembangunan tahap 2. (Pemkab Kediri)
JawaPos.com - Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Kabupaten Kediri menjadi saksi bisu dari dinamika perjalanan proyek pembangunannya.
Meskipun tahap pertama telah sukses dirampungkan pada Desember 2023, tahap kedua menghadapi perubahan signifikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengambil alih kendali pembangunan.
Awalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dengan tekun menyusun rencana pembangunan tahap kedua, mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) hingga desain stadion.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyatakan kesiapannya dalam mengawal proyek tersebut. Namun, keputusan tiba-tiba dari Kementerian PUPR memindahkan proyek ke tangan mereka, meninggalkan Pemkab Kediri hanya sebagai penonton yang memonitori perjalanan proyek.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan bahwa Pemkab Kediri telah mengalokasikan dana sekitar Rp 100 miliar untuk tahap kedua, setengah dari anggaran pembangunan tahap pertama. Namun, dengan pengambilalihan proyek oleh Kementerian PUPR, anggaran dan jadwal pelaksanaan proyek menjadi tanda tanya besar bagi Pemkab Kediri.
Meskipun begitu, Bupati Kediri menyebut bahwa Pemkab tetap akan mengalokasikan dana tersebut untuk pembangunan sektor lain, menunjukkan kemandiriannya dalam memajukan pembangunan di wilayahnya. Belum diketahui secara pasti kapan Kementerian PUPR akan memulai pembangunan tahap kedua dan berapa anggaran yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Agus Sugiarto, berharap agar pembangunan tahap kedua dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, hingga Selasa (29/1), belum ada informasi resmi mengenai tanggal dimulainya tahap kedua ini.
Sebelumnya, tahap pertama pembangunan GDJ telah berhasil diselesaikan pada Desember 2023 dengan total anggaran mencapai Rp 150 miliar. Proyek ini dimulai pada Mei 2023 dan berlangsung selama tujuh bulan. Stadion ini dibangun sesuai standar Federation Internationale de Football Association (FIFA) dan diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Pada awalnya, proyek ini diumumkan dengan nama Stadion Kediri. Namun, Bupati Kediri, Dhito (sapaan akrabnya), mengganti nama stadion tersebut menjadi Gelora Daha Jayati. Proses pemilihan nama melibatkan partisipasi masyarakat, dengan lebih dari 14 ribu calon nama yang diajukan.
Setelah melalui seleksi ketat, nama Gelora Daha Jayati dipilih sebagai pemenang, mengandung makna filosofis tentang gelombang rakyat, kejayaan kerajaan, dan kemenangan.
Dengan progres pembangunan yang masih berada pada tahap konstruksi sekitar 30 persen, diharapkan stadion ini dapat selesai tepat waktu. Pada musim kemarau, pembangunan dilakukan lebih efisien, memungkinkan proyek untuk terus dikerjakan.
Bupati Kediri pun menyatakan optimisme bahwa stadion ini akan menjadi sarana berkumpulnya masyarakat, baik untuk kegiatan olahraga maupun acara lainnya.
Dalam pembangunan tahap kedua ini juga melibatkan manajemen Persedikab Kediri, Persik Kediri, PSSI, dan perwakilan aliansi suporter untuk bisa memberikan pengalaman stadion yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
Gelora Daha Jayati juga membangkitkan asa bagi pencinta sepak bola Kediri, terutama Persedikab dan Persik Kediri, yang dikabarkan akan menjadikan stadion ini sebagai kandang mereka. Dengan standar FIFA yang diusung oleh GDJ, harapan untuk menjadi tuan rumah pertandingan bergengsi semakin mendekati kenyataan.
Stadion berkapasitas lebih dari 15.000 penonton ini bukan hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan dan identitas baru bagi masyarakat Kediri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
