Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 00.36 WIB

I Gusti Putu Yasa, Kiper Skuad Juara Persebaya Surabaya 1987-1988 dan Pahlawan Timnas Indonesia di SEA Games 1987

I Gusti Putu Yasa, kiper legendaris Persebaya Surabaya. - Image

I Gusti Putu Yasa, kiper legendaris Persebaya Surabaya.

JawaPos.com - Dalam perjalanan panjang sepak bola Indonesia, terdapat sosok yang tak lekang oleh waktu, namanya adalah I Gusti Putu Yasa atau biasa disebut Putu Yasa. Nama yang tak hanya bergaung di tribun stadion, tetapi juga terpatri dalam sejarah kejayaan Persebaya dan gemilangnya Timnas Indonesia di Sea Games 1987, Jakarta.

Pendekar di Gawang Persebaya, dari Denpasar ke Gelora 10 November

Kelahiran Denpasar, Bali, pada 1 Januari 1960, I Gusti Putu Yasa memulai perjalanannya di dunia sepak bola sebagai seorang yang awam sepak bola. Sepak bola bukanlah panggilan pertamanya, hobi bermain basket yang menemani masa remajanya. Namun, takdir berbicara lain.

Panggilan sepak bola datang saat I Gusti Putu Yasa ditunjuk menjadi kiper tim sekolahnya dalam sebuah turnamen. Tak dinyana, inilah awal dari petualangan seorang legenda. Setelah menyelesaikan SMA, langkahnya membawa kaki ke Jakarta, mengadu nasib di tengah hutan beton untuk peluang yang lebih luas.

Puncak Karier Bersama Persebaya

Bersama Persebaya, I Gusti Putu Yasa merasakan gemerlap sepak bola tingkat tinggi. Bergabung pada 1984, tak butuh waktu lama bagi sang kiper berkumis tebal untuk menjadi andalan di bawah mistar gawang Green Force. Ketangguhannya dan reaksi cepatnya membuatnya sulit tergantikan.

Prestasi demi prestasi diraih bersama Persebaya. Dalam enam tahun membela warna kebanggaan Surabaya, I Gusti Putu Yasa membantu klub meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan pada musim 1987-1988. Gelar yang tidak hanya menjadi kebanggaan klub, tetapi juga memantapkan nama I Gusti Putu Yasa sebagai kiper tanpa tanding di era tersebut.

Panggilan Garuda dan Gemilang di Ajang Internasional

Perjalanan I Gusti Putu Yasa tidak hanya berhenti di kancah domestik. Pada pertengahan hingga akhir 1980-an, namanya selalu masuk dalam daftar skuad utama timnas Indonesia. Puncak prestasinya adalah saat meraih medali emas di Sea Games 1987, Jakarta.

Di tengah sorotan dan tekanan, I Gusti Putu Yasa menjadi penjaga gawang terpercaya yang turut mengantarkan Indonesia meraih prestasi gemilang tersebut. Keuletan dan ketangguhannya di bawah mistar menjadikan Sea Games 1987 sebagai salah satu puncak kariernya.

Pensiun dengan Kepala Tegak

Di akhir 1990-an, setelah belasan tahun berkarier membela Persebaya dan Niac Mitra, I Gusti Putu Yasa mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola. Namun, jejaknya tidak berakhir begitu saja. I Gusti Putu Yasa, atau yang akrab dipanggil Putu Yasa ini melanjutkan kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Bea dan Cukai Juanda.

Setelah pensiun, I Gusti Putu Yasa tetap menjaga warisan dan memainkan peran sebagai inspirator bagi para generasi penjaga gawang dari tanah Bali. Dari I Komang Putra hingga I Made Putra Kaichen, semua terinspirasi oleh perjalanan gemilang I Gusti Putu Yasa.

Epilog, I Gusti Putu Yasa, Nama yang Tetap Hidup di Tribun dan Sejarah

Dalam sepak bola, beberapa nama terukir abadi. I Gusti Putu Yasa adalah salah satu dari mereka. Namanya tak hanya dikenang sebagai kiper handal Persebaya atau pahlawan SEA Games 1987, tetapi juga sebagai pemimpin yang menjaga gawang dengan harga diri dan kebanggaan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore