
Legenda PKT Bontang bertanding lawan klub Liga 1 Borneo FC Samarinda pada rangkaian perayaan hari jadi PT Pupuk Kaltim, di Stadion Mulawarman, Bontang, pada 10 Desember.
JawaPos.com–PKT Bontang pernah meramaikan pentas sepak bola Indonesia. Pada masa kejayaan, PKT Bontang pernah menjadi runner-up Liga Bank Mandiri musim 1999/2000. Bahkan, PKT Bontang juga pernah beberapa kali berlaga di Piala Winners Asia.
Untuk mengenang kembali nama klub legendaris itu, Pupuk Kaltim menggelar pertandingan perang bintang. Dalam kesempatan itu, para legenda PKT Bontang dipertemukan dengan klub Liga 1 Borneo FC Samarinda. Pertandingan yang menjadi rangkaian perayaan hari jadi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara yang ke-46, itu digelar di Stadion Mulawarman, Bontang, pada 10 Desember.
Dalam ajang itu, tim Legenda PKT Bontang diperkuat Johny Rining. Sementara itu, Borneo FC diisi pemain terbaik mereka saat ini. Seperti Diego Michiels, Stefano Lilipaly, Agung Prasetyo, Komang Teguh, Taufany Muslihuddin, serta Ponaryo Astaman, Direktur Utama Borneo FC. Pertandingan itu dimenangkan Borneo FC dengan skor 5-1.
”Kami sangat senang dan juga bersyukur bisa kembali disatukan di lapangan hijau bersama teman-teman sesama pemain PKT Bontang. Hasil akhir bukan yang utama. Tapi, kerja sama tim serta kecintaan terhadap Pupuk Kaltim dan sepak bola yang membuat kami juga semangat bermain di lapangan,” ujar Johny Rining, perwakilan pemain tim Legenda PKT Bontang.
”Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang sudah menginisiasi acara ini. Semoga menjadi bekal yang baik untuk pertumbuhan sepak bola lokal di Bontang,” tambah dia.
Perayaan HUT ke-46 Pupuk Kaltim juga dimeriahkan dengan kegiatan UMKM Fest dan coaching clinic yang mengumpulkan 15 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Bontang dengan total peserta mencapai 100 anak. Pupuk Kaltim melakukan serangkaian kegiatan dengan satu tujuan utama. Yaitu, mengembangkan sepak bola lokal Bontang di berbagai kalangan.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga menyampaikan dana tali kasih bagi tokoh sepak bola Bontang yang pernah memperkuat kesebelasan PKT Bontang. Yakni, Yudi Kuncahyo dan Matuliang.
”Sebagai perusahaan yang lahir dan besar di Bontang, tentu kami ingin terus konsisten memberdayakan kehidupan masyarakat di berbagai lini. Termasuk di bidang sepak bola. Sejak dulu, Bontang dikenal berpengaruh di ranah sepak bola nasional,” ungkap Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo.
”Kami berharap, kegiatan ini bisa menumbuhkan kembali bakat-bakat baru dan mengembangkan potensi sepak bola yang ada di Bontang. Sinergi Pupuk Kaltim dengan Borneo FC juga kami harapkan bisa berdampak langsung pada upaya dan cita-cita bersama untuk memajukan sepak bola Bontang lewat rangkaian acara di Football Day ini,” sambung dia.
Sementara itu, Nabil Husein Said Amin Presiden Klub Borneo FC menyambut baik gelaran Pupuk Kaltim Football Day.
”Borneo FC dan Pupuk Kaltim sudah menjalin kerja sama yang baik sejak 2022. Kami ingin kerja sama ini juga bisa berdampak langsung pada perkembangan sepak bola di Bontang khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya, dan acara ini adalah langkah awal yang sangat baik,” kata Nabil.
”Semoga kolaborasi kami bisa melahirkan bakat-bakat lokal baru dari Bontang untuk bisa berkiprah di level nasional bahkan dunia nanti,” harap dia.
Sebagai puncak acara Pupuk Kaltim Football Day, final turnamen Piala Direksi Pupuk Kaltim digelar dengan mempertemukan dua tim. Yaitu, Kelurahan Bontang Kuala versus Kelurahan Gunung Elai.
Turnamen yang bergulir sejak 30 November ini diikuti tim sepak bola amatir dari 15 kelurahan di Kota Bontang ditambah satu tim PKT FC yang merupakan gabungan dari karyawan Pupuk Kaltim. Meski diguyur hujan, pertandingan final berlangsung seru dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan tim Bontang Kuala.
Selain itu, apresiasi juga diberikan bagi Suporter Terbaik, Coach Terbaik, Top Scorer, Best Player dan Best Goalkeeper.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
