Suporter Persis Solo.
JawaPos.com – Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober tahun lalu membuat persepakbolaan Indonesia melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya penerapan larangan kehadiran suporter tim tamu dalam laga tandang. Larangan itu berlaku di semua kasta kompetisi sepak bola.
Namun, regulasi itu tidak sepenuhnya dipatuhi para suporter. Banyak suporter nekat datang dalam laga tandang. Klub-klub pun sudah banyak yang didenda Rp 25 juta karena suporternya melanggar regulasi tersebut.
Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) Richard Achmad Supriyanto menerangkan, PN-SSI telah menggelar workshop seputar transformasi suporter setelah tragedi Kanjuruhan.
Dari workshop itu, ada banyak rekomendasi yang ditujukan kepada PSSI. Salah satunya berkaitan dengan tata cara away. ’’Kalau suporter bertamu, ini juga perlu koordinasi. Ada mekanismenya. Ketentuan jumlah juga diatur,’’ ujar Richard kepada Jawa Pos tadi malam.
Richard menerangkan, PN-SSI sudah menyerahkan seluruh rekomendasi kepada PSSI. Rekomendasi diterima langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jakarta kemarin. ’’Kami meminta rekomendasi itu dibawa ke rapat Exco PSSI. Pak Erick mengiyakan permintaan tersebut dalam dua pekan ke depan,’’ ungkapnya.
Setelah rapat itu, sambung Richard, akan ada pertemuan antara federasi, klub, dan suporter. ’’Poin-poin rekomendasi dibahas dalam momen itu. Jika rekomendasi benar bisa dijalankan, Pak Erick akan menyampaikan ke FIFA bahwa larangan suporter datang dalam laga away tidak perlu dua tahun. Cukup satu tahun saja. Jadi, musim depan, suporter sudah bisa away lagi,’’ tegas Richard.
Erick Thohir membenarkan pernyataan Richard. ’’Tadi saya janjikan kalau ini berjalan dengan baik, saya akan mengusulkan ke FIFA tahun depan sudah bisa dicabut. Kalau ini bagus, semuanya disiplin, saya akan bicara sama FIFA bahwa ini cukup setahun saja,’’ terang menteri BUMN tersebut.
Erick menerangkan, tragedi Kanjuruhan menjadi cikal bakal transformasi sepak bola Indonesia. Pascatragedi yang menewaskan 135 korban jiwa itu, FIFA juga turut mendorong pemerintah Indonesia melakukan perbaikan. Dan, pemerintah mendorong PSSI untuk introspeksi diri.
’’Suporter juga introspeksi diri ya karena peristiwa itu. Dan, yang kami inginkan adalah terjadi percepatan. Sehingga tidak ada lagi peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi lagi sampai kapan pun,’’ tegas mantan presiden klub Inter Milan tersebut.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
