
Josep Gombau sebut Catur Pamungkas layak dapat kartu merah.
JawaPos.com - Insiden kolapsnya Ady Setiawan usai terkena sikutan Arief Catur Pamungkas di laga Dewa United vs Persebaya mendapat sorotan dari Josep Gombau.
Pelatih Persebaya tersebut menilai, bahwa saat itu Catur Pamungkas berada dalam situasi fifty-fifty untuk merebut bola di udara.
Dalam pengamatannya, Catur Pamungkas bisa saja mengangkat sikut untuk melindungi dirinya dari benturan.
Namun menurutnya, aksi Catur Pamungkas itu tidak dapat dibenarkan. Josep Gombau dengan tegas mengatakan aksi anak asuhnya itu memang sudah masuk pelanggaran.
Ia bahkan sepakat dengan keputusan wasit yang mengganjar Catur Pamungkas dengan kartu merah.
"Ya itu pelanggaran, dia lompat untuk merebut bola di situasi 50:50. Dia memasang badan dan mengangkat sikut. Bisa jadi dia melakukan itu untuk melindungi dirinya. Tapi menurut saya kartu merah itu layak," kata Josep Gombau, dikutip JawaPos dari laman resmi persebaya.id, Minggu (1/10).
Baca Juga: Imbas Insiden Mengerikan di Laga Dewa United vs Persebaya, Manajemen Green Force Bakal Panggil Semua Pemain
Lebih jauh, Josep Gombau menyinggung soal perputaran dalam dunia sepakbola.
Ia menyinggung soal bagaimana Catur Pamungkas yang sempat menjadi pemain terbaik di pekan lalu, namun kini melakukan kesalahan.
"Catur masih muda dan dia harus memperbaiki diri. Kemarin dia pemain terbaik, dan sekarang dia melakukan kesalahan, ini lah sepak bola," paparnya.
Sang pelatih bahkan memastikan bakal mengajari anak asuhnya agar insiden tersebut tidak terulang di pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Dan menjadi tugas saya untuk mengajari dia dan memastikan bahwa insiden seperti ini tidak akan terulang lagi kedepannya," tukasnya.
Sebagai informasi, Catur Pamungkas juga telah menjenguk Ady Setiawan di rumah sakit.
Pemain muda Persebaya itu bahkan sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden di lapangan tersebut.
***

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
