
Pemain Persebaya merayakan gol ke gawang Arema FC pada laga derbi Jatim Liga 1 di Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/9).
JawaPos.com – Marwah Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, terjaga. Stadion berkapasitas 46 ribu penonton itu belum ternoda dalam derbi Jawa Timur. Itu terjadi setelah Persebaya Surabaya menang 3-1 atas Arema FC dalam laga kemarin sore.
Laga kemarin adalah bentrokan ketiga kedua tim di GBT sejak 2018. Dari tiga laga tersebut, Persebaya mampu meraih dua kemenangan dan satu kali imbang. Hasil itu sekaligus menjaga catatan apik Persebaya di laga home. Green Force mencatatkan quat-trick kemenangan dalam empat laga kandang terakhir.
Lalu, apa yang membuat Green Force begitu perkasa? Pelatih Persebaya Josep Gombau secara khusus memuji Arief Catur. Bek kanan asal Mojokerto itu dianggap sebagai man of the match. Bruno Moreira memang membuka keunggulan pada menit ke-37. Tapi, Gombau menganggap kunci kemenangan terjadi pada menit ke-44.
Kemelut terjadi di depan gawang Andhika Ramadhani. Bola muntah mengarah ke kaki Dedik Setiawan. Dedik kemudian menendang bola ke gawang yang sudah kosong. Saat nyaris gol, Catur tiba-tiba muncul. Dia melakukan clearance. Bola dibuang pemain bernomor punggung 42 tersebut.
”Catur melakukan save yang krusial. Jika tidak ada save, mungkin jalannya laga akan berbeda,” beber pelatih asal Spanyol tersebut.
Catur senang atas pujian Gombau. Bagi dia, melakukan penyelamatan adalah hal biasa bagi pemain belakang. Lagi pula, dia menyebut performa apiknya itu juga tidak lepas dari andil sang pelatih. ”Coach Gombau memberikan hal-hal dasar dalam latihan. Mulai cara melakukan lemparan ke dalam dengan benar sampai positioning pertahanan,” ujar bek 24 tahun tersebut.
Save itu membuat Green Force kian trengginas. Mereka menambah dua gol melalui Dusan Stevanovic (45+5’) dan Ze Valente (50’). Singo Edan hanya mampu mencetak sebiji gol melalui Dedik Setiawan pada menit ke-65.
Gombau tidak mau dipuji berlebihan atas hasil apik tersebut. ”Karena sebelum pertandingan, saya tidak perlu banyak bicara ke pemain. Mereka tahu betapa pentingnya laga ini untuk dimenangi. Mereka turun ke lapangan dengan fokus dan lapar kemenangan,” tegas pelatih 47 tahun itu.
Bagi dia, performa apik Green Force bukan hanya dari kerja kerasnya. Gombau menyebut tim pelatih lamalah yang paling berjasa. ”Ada coach Uston yang sudah membentuk tim ini dengan sangat baik. Saya datang ke sini hanya untuk menyempurnakan apa yang sudah terbentuk dengan baik. Dan semua berjalan lancar,” jelas mantan pemandu bakat akademi FC Barcelona tersebut.
Kemenangan itu sekaligus memberi noda perdana kepada Fernando Valente. Pelatih Singo Edan itu akhirnya menelan kekalahan perdana. Sebelumnya, dia meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga laga awal. Ayah Ze Valente tersebut begitu kecewa dengan hasil minor itu. Apalagi, hasil tersebut diraih di laga derbi melawan Green Force.
Dia melihat lini belakangnya benar-benar menjadi masalah utama. ”Kami punya masalah dengan pertahanan. Ada beberapa pemain yang cedera dan saya harus melakukan perubahan,” keluh Fernando. ”Tapi, menciptakan pertahanan yang baik tentu butuh waktu. Apalagi, kami juga punya masalah pada pengalaman (pemain belakang),” ujar pelatih asal Portugal itu.
Gol Bruno berawal dari salah umpan bek Syaeful Anwar. Lalu, gol kedua terjadi melalui situasi set piece.
”Bek membuat kesalahan, itu memang bagian dari proses untuk berkembang. Yang jelas, kami harus segera berubah. Kami harus lebih konsisten, lebih bermain dengan kompak, dan kami akan mencoba tampil lebih baik di laga selanjutnya,” tutur pelatih 64 tahun itu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
