
Josep Gombau (tengah) melakukan pengamatan saat memimpin latihan Persebaya Surabaya. (Antara)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya sudah memperkenalkan Josep Gombau sebagai pelatih kepala. Kini, rasa penasaran terletak bagaimana permainan Green Force di bawah kendali pelatih asal Spanyol tersebut.
Rasa penasaran itu wajar mengemuka karena banyak yang menantikan sekaligus penasaran strategi atau formasi apa yang bakal diterapkan pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Jika mengacu filosofi sepak bola yang dianutnya, di mana Gombau begitu terinspirasi legenda Johan Cruyff. Maka, pola menyerang diyakini bakal diterapkan para pemain Persebaya di lapangan.
Jika strategi ini yang diterapkan, bisa saja formasi 4-3-3 menjadi prioritas Gombau saat melatih Persebaya. Formasi ini memang mengedepankan permainan menyerang yang biasa dijalankan Barcelona dan sejumlah klub elite Eropa lainnya.
Gombau diyakini dapat menurunkan pemain bertahan macam Reva Adi Utama, Dusan Stevanovic, Kadek Raditya, dan Arief Catur dalam menggalang lini belakang.
Stevanovic dan Kadek dipercaya akan menjadi tembok kokoh Green Force. Sementara Arief dan Reva dapat menyisir lini sayap untuk membantu serangan.
Menuju ke lini tengah, Gombau biasanya menempatkan satu gelandang bertahan diapit dua playmaker. Posisi ini mungkin tepat bagi Andre Oktaviansyah sebagai gelandang bertahan. Dia akan ditempani Ze Valente dan Song Ui-yong.
Sementara Bruno Moreira, Paulo Victor, dan Sho Yamamoto akan menjadi opsi di lini depan Green Force. Bruno dan Sho akan membantu dari sayap untuk menyuplai bola kepada Paulo Victor sebagai target man.
Formasi 4-3-3 ini sejatinya tak berbeda jauh dengan pendekatan yang dilakukan Aji Santoso saat masih melatih Persebaya. Pelatih asal Malang yang kini melatih Persikabo 1973 itu juga menggunakan formasi sama seperti ini saat menjalani laga awal Liga 1 musim ini kontra Persis Solo.
Bedanya, Aji Santoso saat itu memberikan kepercayaan kepada Wildan Ramdhani sebagai ujung tombak di saat Paulo Victor mengalami masalah kebugaran. Sementara gelandang bertahan diisi oleh Ripal Wahyudi, bukan Andre Oktaviansyah. Selebihnya, semua pemain sama.
Beda lagi dengan skema yang dimainkan Persebaya saat ditangani Caretaker Uston Nawawi. Legenda Green Force beberapa kali menggunakan pendekatan berbeda soal formasi.
Sebut saja pola 4-2-3-1 saat menjalani debutnya sebagai caretaker Green Force kontra Bhayangkara FC. Hasilnya lumayan karena Persebaya menang 2-1 melalui pemain seperti Ernando Ari (kiper), Lauhin, Stevanovic, Kadek, Reva (bek), Ui-yong dan Oktaviansyah (gelandang bertahan), Botan, Yamamoto, dan Bruno (sayap/gelandang serang), dan target man Paulo Victor.
Kini, patut ditunggu bagaimana Persebaya bermain di bawah kendali Gombau. Semoga pendekatan yang dilakukan pelatih berpengalaman itu dapat meningkatkan kualitas Green Force.
Prediksi line-up Persebaya di bawah kendali Gombau
Persebaya (4-3-3)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
