
Pengamat Sebut Indonesia Naik Kelas di bawah Shin Tae Yong Meski Belum Pernah Juara AFF./
JawaPos.com – Sejak dikontrak tahun 2019 lalu, Shin Tae Yong (STY) belum pernah sekalipun memberikan gelar juara bersama Timnas Indonesia. Meski begitu, ia dianggap bawa Indonesia naik kelas.
Terdapat banyak kritikan yang menyasar kepada sosok pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu. Terutama tatkala ia gagal membawa Timnas Indonesia menjadi kampiun di gelaran AFF U-23 bulan agustus lalu.
Pasalnya, Timnas Indonesia asuhan Shin Tae Yong itu harus mengakui keunggulan Vietnam lewat adu penalti dengan skor akhir 5-6.
Dengan kegagalan itu banyak publik sepakbola Indonesia merasa kecewa dan melakukan kritik tajam atas kinerja STY selama tiga tahun menukangi Timnas Indonesia baik senior maupun kelompok umur.
Menangani hal tersebut, sejumlah pengamat sepakbola Indonesia pasang badan atas kritikan yang menyasar mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.
Misalnya saja, pengamat sepakbola sekaliber Justinus Lhaksana atau kerap disapa Coach Justin yang turut menangani sepak terjang pelatih Timnas Indonesia itu.
Dalam video yang diunggahnya, seperti dikutip JawaPos.com dari Youtube Justinus Lhaksana pada Kamis (14/9), Coach Justin memberikan pandangannya terkait hal tersebut.
“Gue happy, bahwa akhirnya Timnas Indonesia di bawah Shin Tae Yong sudah bisa mengangkat levelnya ke level Asia,” ungkapnya dalam sebuah video bertajuk level Timnas Indonesia itu Asia bukan Asean.
Lewat pandangannya itu ia menampik berbagai kritikan yang dialamatkan kepada juru latih yang baru saja mengamankan tiket Putaran Final Piala Asia U-23 2024 di Qatar nanti.
Keberhasilan Timnas Indonesia U-23 lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2024 adalah yang pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Sebelumnya, prestasi membanggakan Timnas Indonesia juga datang dari tangan dingin STY yang berhasil menghantarkan timnas senior dan timnas u-20 melaju ke Piala Asia.
Dengan begitu, ketiga skuad Timnas Indonesia baik senior, u-23 dan u-20 berhasil menembus Piala Asia lewat sentuhan pelatih dari negeri gingseng tersebut.
Terlebih lagi, keberhasilan tersebut diraih dengan melalui babak kualifikasi alias tanpa privilege sebagai tuan rumah.
“Dan tiga-tiganya lewat kualifikasi, ngga pake istilah tuan rumah bla bla bla, Timnas Utama (senior), U-23 dan U-20,” sambungnya.
Kendati begitu, pengamat sepakbola yang juga dikenal tidak terlalu mengikuti Liga lokal atau liga Indonesia ini tetap menyoroti beberapa hal yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah Timnas Indonesia di bawah Shin Tae Yong.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
