Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Dok. LIB)
JawaPos.com – Manajemen Persebaya Surabaya harus gigit jari. Keinginan untuk mematenkan Uston Nawawi sebagai pelatih kepala resmi gagal. Itu terjadi setelah PSSI mengirim surat balasan kemarin pagi.
Ada tiga poin yang dituliskan PSSI. Intinya, pelatih klub Liga 1 wajib memiliki lisensi AFC Pro. Sementara itu, pelatih yang masih menjalani kursus lisensi AFC Pro belum diizinkan untuk menjadi pelatih kepala. Hal itu ditegaskan dalam paragraf terakhir dalam surat tersebut.
”Mempertimbangkan hasil diskusi dengan instruktur kursus kepelatihan AFC Pro, dengan ini kami sampaikan bahwa permohonan pengesahan Saudara Uston Nawawi sebagai pelatih kepala Persebaya belum disetujui,” tulis kalimat yang ditandatangani langsung oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi tersebut.
Masih dalam paragraf yang sama, Yunus menyebut alasan penolakan pengesahan Uston. ”Itu karena tidak tercantumnya dasar pengakuan bahwa peserta kursus lisensi AFC Pro dapat diakui setara dengan pemegang lisensi AFC Pro dari regulasi AFC,” tutup surat tersebut. Artinya, Uston dipastikan belum bisa menjabat pelatih kepala.
Bagaimana respons manajemen? Sang manajer, Yahya Alkatiri, belum mau berkomentar. Yang jelas, dengan surat tersebut, Green Force mau tidak mau mencari pelatih baru. Sempat ada nama Paul Munster dan Divaldo Alves yang dikaitkan dengan Persebaya. Tapi, sampai saat ini belum ada kesepakatan.
Jawa Pos sempat melakukan konfirmasi kepada Divaldo. Mantan pelatih Persik Kediri itu saat ini masih ada di Lisbon, Portugal. Soal negosiasi dengan klub, semuanya diserahkan kepada sang agen, Bejo Sultoni. Bejo mengaku ada beberapa klub Liga 1 yang memang tertarik mendatangkan Divaldo. ”Tapi, tidak ada tawaran dari Persebaya,” ungkapnya.
Beruntung, Persebaya masih punya waktu untuk mencari pelatih baru. Sebab, masih ada jeda FIFA Matchday selama dua pekan ke depan. Yahya juga tidak perlu takut dengan sanksi denda. Meski kemarin (6/9) adalah deadline pendaftaran pelatih baru ke PT Liga Indonesia Baru (LIB).
”Karena kami baru kena denda kalau di laga selanjutnya tetap memakai pelatih karteker,” beber Yahya. Artinya, Persebaya masih bisa mendaftarkan pelatih anyar sebelum 17 September. Sebab, pada tanggal tersebut, Green Force akan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bangkalan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
