Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2023 | 17.09 WIB

PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya: Ini Duel Klasik, Ini El Clasico

PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya - Image

PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya

JawaPos.com – Setiap kali Persebaya Surabaya berhadapan dengan PSIS Semarang, memori Mustaqim selalu terlempar ke era ’80-an ketika dirinya masih aktif bermain. Seperti sore nanti ketika Green Force –julukan Persebaya– bertamu ke Stadion Jatidiri, Semarang. Kenangan seru dan tingginya tensi pertandingan seketika muncul.

Khususnya pada 1987, Mustaqim yang kini menjadi asisten pelatih Persebaya masih ingat betul bagaimana sakitnya dikalahkan PSIS di final perserikatan. Gol semata wayang Mahesa Jenar –julukan PSIS– lewat Saiful Amri membuyarkan mimpi Persebaya yang kala itu mendapat julukan dream team dengan skuad berkualitas. ”Selalu beda rasanya kalau lawan PSIS. Ada gereget kudu menang,” tegasnya.

Menurut Abah Taqim, demikian dia biasa disapa, laga melawan PSIS bukan sekadar pertandingan biasa. ”Ini baru duel klasik. El Clasico dua tim yang punya sejarah panjang,” ungkapnya.

PSIS dan Persebaya memang punya sejarah perseteruan panjang di sepak bola Indonesia. Mulai dua kali bertemu di final pada musim 1987 dan 1998–1999 hingga ”sepak bola gajah” yang dilakukan Persebaya pada musim 1987–1988 untuk menjegal laju PSIS.

Sejak menjadi asisten pelatih Persebaya pada 2019, Mustaqim bisa tersenyum bangga melihat head-to-head melawan PSIS. Dari empat pertandingan, Persebaya mencatatkan dua kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. ”Itu harus dipertahankan. Musim kemarin Persebaya bisa menang di sini (Stadion Jatidiri, Red), besok (hari ini, Red) harus diulangi,” harapnya.

Kemenangan akan membuat Ze Valente dkk makin percaya diri. Target meraih juara musim ini pun terbuka. ”Harus menang. Persiapan sudah sangat matang dan pemain siap bekerja keras,” tuturnya.

Asisten pelatih PSIS Eko Purdjianto menyatakan bahwa Persebaya memang rival abadi. Khususnya ketika dia menjadi pemain di akhir ’90-an hingga awal 2000-an. Termasuk ketika dirinya menjadi pemain PSIS musim 2003–2005. ”Artinya, ini laga big match. Kami main home dan targetnya tiga poin,” ujarnya. (rid/c19/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore