
PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya
JawaPos.com – Setiap kali Persebaya Surabaya berhadapan dengan PSIS Semarang, memori Mustaqim selalu terlempar ke era ’80-an ketika dirinya masih aktif bermain. Seperti sore nanti ketika Green Force –julukan Persebaya– bertamu ke Stadion Jatidiri, Semarang. Kenangan seru dan tingginya tensi pertandingan seketika muncul.
Khususnya pada 1987, Mustaqim yang kini menjadi asisten pelatih Persebaya masih ingat betul bagaimana sakitnya dikalahkan PSIS di final perserikatan. Gol semata wayang Mahesa Jenar –julukan PSIS– lewat Saiful Amri membuyarkan mimpi Persebaya yang kala itu mendapat julukan dream team dengan skuad berkualitas. ”Selalu beda rasanya kalau lawan PSIS. Ada gereget kudu menang,” tegasnya.
Menurut Abah Taqim, demikian dia biasa disapa, laga melawan PSIS bukan sekadar pertandingan biasa. ”Ini baru duel klasik. El Clasico dua tim yang punya sejarah panjang,” ungkapnya.
PSIS dan Persebaya memang punya sejarah perseteruan panjang di sepak bola Indonesia. Mulai dua kali bertemu di final pada musim 1987 dan 1998–1999 hingga ”sepak bola gajah” yang dilakukan Persebaya pada musim 1987–1988 untuk menjegal laju PSIS.
Sejak menjadi asisten pelatih Persebaya pada 2019, Mustaqim bisa tersenyum bangga melihat head-to-head melawan PSIS. Dari empat pertandingan, Persebaya mencatatkan dua kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. ”Itu harus dipertahankan. Musim kemarin Persebaya bisa menang di sini (Stadion Jatidiri, Red), besok (hari ini, Red) harus diulangi,” harapnya.
Kemenangan akan membuat Ze Valente dkk makin percaya diri. Target meraih juara musim ini pun terbuka. ”Harus menang. Persiapan sudah sangat matang dan pemain siap bekerja keras,” tuturnya.
Asisten pelatih PSIS Eko Purdjianto menyatakan bahwa Persebaya memang rival abadi. Khususnya ketika dia menjadi pemain di akhir ’90-an hingga awal 2000-an. Termasuk ketika dirinya menjadi pemain PSIS musim 2003–2005. ”Artinya, ini laga big match. Kami main home dan targetnya tiga poin,” ujarnya. (rid/c19/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
