
MAKIN PEDE: Pemain timnas U-22 Indonesia saat menjalani sesi latihan di lapangan B, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Pukul 22.00 Semua Pemain Harus Istirahat, Main Ponsel pun Tak Boleh
Ada daftar panjang sosok di balik Indra Sjafri yang berkontribusi. Mulai asisten pelatih, manajer, psikolog, sampai tim analis.
TAUFIQ A., Jakarta-FARID S.M., Surabaya
---
KESUKSESAN tim nasional Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 Kamboja tidak terlepas dari peran para asisten pelatih Indra Sjafri.
Untuk menghadapi SEA Games ke-32 ini, Indra melibatkan Bima Sakti Tukiman, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Eko Purdjianto sebagai asisten pelatih.
Selain mereka, direktur teknik PSSI itu juga memercayakan Alex Aldha Yudi sebagai physical trainer. Lalu, Sahari Gultom sebagai pelatih kiper, Muhammad Farid Ananda Hilmawan (fisioterapis), Ahmad Nizar Caesarea Noor (dokter tim), Muhni Toid Sarnadi (kit manager), dan Tegar Diorkta Andias (team staff).
Tugas Indra sebagai pelatih kepala timnas Indonesia juga dibantu Yeyen Tumena selaku team analyst. Selain itu, mantan pelatih Bali United tersebut dibantu oleh Kombespol Sumardji yang menjabat manajer.
Sumardji mengungkapkan, semua asisten sangat membantu tugas pelatih kepala. ’’Semua yang ada di tim ini berperan sesuai posisinya masing-masing. Peran masing-masing sangat dibutuhkan,’’ ujar mantan Kapolresta Sidoarjo itu kepada Jawa Pos kemarin.
Terkait tim analis, Ricky Nelson, pelatih sepak bola, menyatakan bahwa perannya di sepak bola modern sangat vital. Mereka menyajikan kelebihan dan kelemahan tim lawan. Mereka juga menyajikan data siapa saja pemain tim lawan yang harus diwaspadai.
Selain itu, tim analis turut menyajikan data keunggulan dan kekurangan internal tim di mana mereka bekerja. Data tersebut disajikan supaya Indra bisa memperbaiki kekurangan tim. ’’Dengan demikian, tim lawan tak bisa mengeksplorasi kelemahan Indonesia,’’ ucap pelatih yang musim lalu menukangi Persipura Jayapura itu.
Ricky menambahkan, tim analis pasti juga menyoroti kualitas defence timnas Indonesia tanpa Pratama Arhan. Dalam pertandingan semifinal melawan Vietnam, pemain asal Tokyo Verdy itu tak hanya tangguh dalam bertahan. Dia juga berperan penting dalam dua gol Indonesia yang diceploskan Kadek Agung dan Muhammad Ferarri.
’’Di semifinal, Arhan berkontribusi lewat throw in-nya. Lalu, setelah Arhan keluar, kualitas bertahan Indonesia masih sedikit bermasalah. Nah, tim analis pasti menyusun data-data itu dan tinggal head coach mengeksekusinya seperti apa,’’ ungkap pendiri klub Liga 3 Serpong City tersebut.
Di luar lapangan, kedisiplinan menjadi kunci lain di balik suksesnya Indonesia mengalahkan Thailand. Sebagai manajer, Sumardji benar-benar menerapkan kedisiplinan yang tinggi. Mantan Kasubdit Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya itu meyakini, kedisiplinan adalah kunci sebuah kesuksesan.
’’Kedisiplinan menjadi poin utama bagi saya selama membawa timnas di era siapa pun. Mau era Shin Tae-yong (STY) maupun Indra Sjafri, kalau tidak disiplin, akan berpengaruh pada kebiasaan anak-anak,’’ tegas mantan manajer tim Bhayangkara FC itu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
