Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2022 | 05.57 WIB

Aji Santoso Mengaku Kesulitan tanpa Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Terhentinya Liga 1 2022–2023 selama dua bulan menyulitkan klub saat kembali menjalani pertandingan resmi. Itulah yang dirasakan pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso saat timnya bertanding melawan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta, kemarin sore.

Dalam pertandingan itu, Green Force –julukan Persebaya– menang 3-2. Tapi, gawang Persebaya lebih dulu kebobolan saat pertandingan baru berjalan 14 menit.

Ernando Ari Sutaryadi harus memungut bola dari gawang setelah tidak bisa mengantisipasi heading striker asing Barito Putera Rafael Silva.

Untung, Aji punya Leo Lelis. Brace yang dilepaskan eks center back Persiraja Banda Aceh itu pada menit ke-47 dan 76 plus own goal Frank Rikhard Sokoy (51’) akhirnya menyelamatkan Persebaya dari kekalahan.

Tapi, lagi-lagi, gawang Persebaya bisa dibobol pemain lawan. Kali ini dibobol Buyung Ismu Lessy pada menit ke-82 setelah berhasil memanfaatkan kekosongan di pertahanan kiri Persebaya.

Aji lega timnya bisa menang. Kemenangan ini sangat berarti. ”Ini laga yang tidak mudah. Laga perdana yang kami jalani setelah jeda panjang kompetisi. Kami jadi perlu beradaptasi lagi. Tapi, yang terpenting kami menang. Hasil ini membuat kami percaya diri menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Aji setelah pertandingan.

Meski puas, mantan pelatih Persela Lamongan itu menyebut timnya perlu diperbaiki. Terutama dalam menggalang pertahanan. Tidak adanya Rizky Ridho yang dipanggil tim nasional Indonesia turut memengaruhi daya tahan Green Force.

Aji juga menyoroti hilangnya peran Marselino Ferdinan di sektor tengah Persebaya. Aliran bola ke depan tersendat. Itu dibuktikan dari semua proses gol Persebaya. Dua gol Lelis tercipta lewat situasi bola mati.

Aji lantas mengeluhkan pemanggilan jangka panjang pemainnya ke tim nasional Indonesia. Menurut mantan pelatih Persik Kediri itu, perlu ada solusi supaya pemain yang dipanggil timnas bisa tetap membantu klub.

”Dari awal musim, saya baru sekali main full team. Yaitu, saat melawan Arema FC. Sekarang tidak full team lagi. Karena itu, saya mengimbau ke depan, apabila ada pertandingan Liga 1, pemain yang dipanggil timnas bisa kembali ke klub maksimal H-2 pertandingan. Saya rasa itu akan lebih bijak. Kalau ada pemain timnas bergabung, kualitas kompetisi juga lebih meningkat,” tegas mantan pelatih timnas U-23 tersebut.

Aji menambahkan, opsi itu bisa diambil saat pertandingan atau turnamen yang akan dihadapi timnas masih panjang. Menurut mantan pelatih PSIM Jogjakarta itu, para pemain timnas memerlukan kompetisi.

”Banyak klub yang punya pemain timnas. Kalau mereka tidak bisa berkompetisi, sayang. Jadi, harus ada jalan keluarnya. Kecuali, ajang yang akan dihadapi timnas sudah dekat,” terang pelatih asal Malang, Jawa Timur, tersebut.

Sementara itu, pelatih Barito Putera Rodney Goncalves tidak dapat menutupi kekecewaan setelah timnya kalah oleh Persebaya. Padahal, pada babak pertama, Laskar Pangeran Antasari –julukan Barito Putera– sempat menguasai pertandingan dan membuka skor lebih dulu.

”Kami menyia-nyiakan banyak peluang. Tapi, ini tidak terlepas dari terlalu lamanya kompetisi berhenti. Kami terus berlatih tanpa ada target dan kepastian kapan kompetisi dimulai. Setelah ini, semoga kami bisa meningkatkan performa tim,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore