
Wasit Faulur Rosy.
JawaPos.com-Sikutan pemain RANS Nusantara FC Arthur Bonai terhadap center back asing Persija Jakarta Ondrej Kudela dalam pertandingan pekan kelima Liga 1 (20/8) berbuntut panjang.
Insiden tersebut juga menyeret wasit yang saat itu bertugas Faulur Rosy. Wasit asal Aceh tersebut dikenai sanksi pembinaan selama delapan pekan karena hanya memberikan kartu kuning kepada Arthur.
Seharusnya mantan pemain Perseru Serui itu dikartu merah.
Dalam keterangan yang dirilis PSSI kemarin, Rosy dianggap lalai dalam memberikan jaminan keselamatan terhadap pemain.
Sebab, sikutan Arthur membuat mulut Kudy –sapaan akrab Ondrej Kudela– berdarah. Atas kelalaian dalam bertugas, Rosy baru bisa kembali bertugas pada pertandingan pekan ke-15.
Rosy tidak sendirian dalam menjalani hukuman pembinaan. Ada juga dua wasit lain serta satu asisten wasit dan dua asisten wasit tambahan yang dibina. Dua wasit selain Rosy yang dibina adalah Dwi Susilo dan David Son Sansube.
Lalu, satu asisten wasit yang dibina adalah Ruslan Waly. Sementara itu, dua asisten wasit tambahan yang mendapat pembinaan adalah Nendi Roehandi dan Arif Nur Wahyudi.
Ketua Komisi Wasit PSSI Ahmad Riyadh melihat ada penurunan jumlah wasit yang dibina jika dibandingkan dengan data yang dirilis PSSI sebelumnya.
Saat ini, total ada 3 wasit, 1 asisten wasit, dan 2 asisten wasit yang menjalani pembinaan. Sementara itu, sebelumnya ada 5 wasit, 3 asisten wasit, dan 4 asisten wasit tambahan yang dibina.
”Alhamdulillah, ini sebagai pelajaran bagi semua pencinta sepak bola. Pembinaan ini bertujuan demi prestasi. Demi membentuk jati diri sepak bola Indonesia,” ucap pria yang akrab disapa Abah Riyadh itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat tadi malam.
Pria yang juga ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur itu memastikan evaluasi terhadap kinerja wasit akan terus berlanjut sampai akhir musim Liga 1.
”Kami juga membuat ranking wasit. Ada sistem promosi dan degradasi. Wasit yang berada pada ranking atas bakal mendapatkan banyak tugas,” tegas Riyadh.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
