Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Oktober 2021 | 17.01 WIB

Pemain-Pemain Ini Malah Menonjol setelah Tak Main di Posisi Asli

SALMAN TOYIBI-HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS - Image

SALMAN TOYIBI-HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Pencatat assist terbanyak justru sama-sama berposisi sebagai bek kanan. Ada tim yang terpuruk tapi dua pemainnya pimpin kategori individual, ada pula yang menembus dua besar meski ini musim debutnya.

---

M. RIFALDI sempat bingung ketika pelatihnya di Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, memintanya bermain sebagai bek kanan. Sebab, dia gelandang dan tak pernah menjajal bermain di posisi tersebut.

Baik ketika di klub Liga 3 2016 Persipal Palu, sampai terakhir di Blitar Bandung United di Liga 2 musim 2020, dia selalu berposisi sebagai gelandang bertahan atau menyerang.

"Tapi coach Hendri meyakinkan kalau saya pasti bisa. Sempat adaptasi di beberapa kali uji coba, alhamdulillah sekarang nyaman," jelasnya kepada Jawa Pos kemarin (1/10).

Kenyamanan itu terlihat dari torehan statistiknya. Sebagai inverted fullback, secara mengejutkan dia memuncaki kategori top assists saat Seri 1 BRI Liga 1 sudah hampir sampai ujung. Dia mencatat tiga umpan yang berhasil dilesakkan menjadi gol.

’’Mungkin kepercayaan dari coach Hendri yang membuat saya bisa bermain lepas. Coach Hendri juga sering memberi nasihat dan membagi pengalaman,’’ tuturnya.

Posisi kedua kategori assist di bawah Rifaldi juga diduduki pemain yang berposisi bek kanan di Persik Kediri, Dany Saputra. Seperti Rifaldi, Dany mencatat tiga assist.

Dua fullback menguasai kategori assist ini juga mengejutkan. Umumnya mereka yang berada di tengah, winger, atau wide attacker yang dominan.

Rifaldi dan Dany bagian dari sederet kejutan sampai seri 1 tinggal menyisakan laga pada besok (2/10) dan lusa (3/10). Sejauh ini tidak ada tim yang dominan dengan memenangi semua laga.

Kemenangan terbesar juga tidak ada yang lebih dari margin dua gol. Tercatat pula lima tim belum terkalahkan saat ini, termasuk PSIS Semarang yang besok malam berhadapan dengan Persebaya Surabaya.

Di kategori individual, rekan setim Rifaldi, Paulo Henrique, juga tampil mengejutkan dengan memimpin daftar top goals alias pencetak gol terbanyak dengan lima gol dari empat laga. Raihan penyerang asal Brasil itu sama dengan tukang gedor Bali United Ilija Spasojevic di posisi kedua, tapi pemain naturalisasi itu mencatatnya dalam lima laga.

Padahal, secara tim Persiraja terpuruk. Berada di posisi terbawah klasemen setelah menelan empat kekalahan dari lima laga dan hanya sekali menang. Menurut Rifaldi, kalau kemudian dia dan Henrique menonjol, itu karena kuatnya chemistry antara mereka berdua.

’’Sebelum pertandingan, kalau saya bilang ke Paulo, nanti siap-siap saya umpan di kepala ya, selalu pas dan gol. Tidak tahu kenapa,’’ paparnya, lantas tertawa.

Tiga dari lima gol yang dicetak striker asing Persiraja itu berkat umpan Rifaldi. Selain sudah punya chemistry, dia merasa Hendrique adalah sosok pemain asing yang rendah hati. ’’Dia bawa PS5 di hotel. Jadi, kami selalu kumpul di kamar, main PS, diskusi, dan ngobrol,’’ tuturnya.

Henrique juga mengakui performanya yang bagus berasal dari keakraban antar pemain Persiraja. Dia jadi tidak sulit beradaptasi.

Rahasia lain adalah Henrique selalu 100 persen dalam latihan. Selalu mendengarkan instruksi pelatih Persiraja dengan saksama. ’’Karena pertandingan di Indonesia tentu berbeda dengan yang pernah saya lakukan,’’ terangnya.

Kejutan lain juga datang dari Persebaya Surabaya. Dua penggawa intinya, kiper Ernando Ari dan gelandang bertahan Rachmat ’’Rian” Irianto, menduduki posisi kedua di kategori top saves dan top tackles. Satu setrip di bawah kiper Persikabo 1973 Syahrul Trisna Fadillah yang keberhasilannya memuncaki top saves juga terbilang di luar dugaan.

Padahal, ini musim debut Ernando. Kiper 19 tahun itu dapat kesempatan bermain juga karena Satria Tama mengalami cedera. Dia mencatat 14 saves dari lima laga.

Performa Rian juga sebenarnya banyak dikritik. Dia dianggap kurang "nakal" untuk ukuran seorang gelandang bertahan. Tapi, statistik memperlihatkan dia berhasil melakukan tekel bersih 16 kali. Hanya dua tekel lebih sedikit dari gelandang impor Arema FC Renshi Yamaguchi.

Padahal, gelandang bertahan sejatinya bukan posisi asli Rian. Penggawa tim nasional itu seorang bek tengah.

"Dia juga jadi langganan timnas, bukti kalau dia pemain berkualitas," tutur Aji Santoso, pelatih Persebaya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore