
Photo
JawaPos.com-Hendro Siswanto sejatinya masuk dalam daftar pemain yang dipertahankan Arema FC musim ini. Maklum, pemain asli Tuban itu berstatus kapten tim berjuluk Singo Edan tersebut. Tapi, pemain 30 tahun itu memutuskan pergi. Mengapa?
-----
Pihak manajemen sudah meminta Hendro bertahan. Komunikasi secara lisan sudah dilakukan. Hanya, tidak terjadi kesepakatan. ’’Arema punya program. Tapi mungkin program kami (Arema) tidak cocok dengan kebutuhan (pribadi) Hendro. Jadi, dia memilih pamit,’’ kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo saat dihubungi Jawa Pos.
Hendro tidak menampik hal tersebut. Dia sudah memikirkan dengan matang keputusannya itu. ’’Kehidupan kan harus terus berjalan. Apalagi, saat pandemi semua pasti punya pilihan. Pilihan terbaik saat ini ya seperti ini (pindah ke Borneo FC),’’ terang alumnus SMK Negeri 1 Tuban tersebut.
Apalagi, Arema juga belum bisa memastikan kapan teken kontrak dilakukan. ’’Dan ada klub (Borneo) yang butuh tenaga saya,’’ tambahnya.
Hendro pamit kepada manajemen sepuluh hari lalu. Bagi Ruddy, hengkangnya Hendro merupakan kehilangan bagi tim. Apalagi, Hendro sudah sembilan musim membela Singo Edan.
Mantan pemain Persela Lamongan itu selalu jadi pilihan utama di lini tengah Arema FC. Termasuk jadi panutan para pemain muda.
Meski begitu, Ruddy memastikan pihaknya tidak akan mencari pengganti. Tidak ada rencana bagi manajemen untuk mendatangkan pemain baru. ’’Karena kami punya pemain muda di posisi Hendro yang bisa dimanfaatkan musim ini,’’ jelasnya.
Saat ini, Arema FC punya tiga pemain muda di posisi gelandang bertahan. Mereka adalah Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono, dan Seiya da Costa.
Nah, tiga pemain itu dianggap sudah banyak belajar dari Hendro. ’’Karena itu, kami juga berterima kasih kepada Hendro sudah membimbing pemain muda. Mungkin dengan dia keluar, ini jadi kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi,’’ beber Ruddy.
Karena itu, pihak manajemen sama sekali tidak khawatir meski ditinggal sang kapten.
Kini Hendro sudah mendapat klub baru. Dia memperkuat tim asal Kalimantan Borneo FC. Dia akan kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di Arema FC, Mario Gomez.
’’Ini (kedatangan Hendro) sudah sesuai dengan kebutuhan pelatih. Kebetulan, Hendro ini memang jadi incaran sejak lama, dan kami sukses mendatangkannya,’’ kata Nabil Husein, presiden Borneo FC.
Pihak manajemen Borneo FC langsung mengikat Hendro dalam jangka waktu yang tidak sebentar. ’’Kami akan kontrak dia (Hendro) selama dua tahun. Semoga dia bisa membawa Borneo FC lebih berprestasi,’’ harap Nabil.
Meski Hendro sudah memasuki usia kepala tiga, manajemen Borneo FC tetap pede dengan keputusan itu. Sebab, Hendro dianggap sebagai pemain yang sudah sarat pengalaman. Termasuk memiliki mental juara. Terakhir Hendro mampu membawa Arema FC juara Piala Presiden 2019.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022