
Mokhamad Syaifuddin (tengah), bek Persebaya memimpin latihan tim SSB Aston Villa U-12 di Lapangan Kendung, Surabaya, kemarin (23/12). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – M. Syaifuddin baru pulih dari cedera anterior cruciate ligament (ACL) lutut kanan. Kini dia sudah kembali beraksi di lapangan. Bukan sebagai pemain, melainkan pelatih.
Pemain 27 tahun itu didapuk sebagai pelatih SSB Aston Villa Surabaya. Dia kini dipasrahi untuk melatih tim U-12. Meski baru menjabat tiga bulan, bapak satu anak tersebut sudah memimpin timnya dalam sebuah turnamen. Ada 10 tim yang ikut dalam turnamen yang digelar pekan lalu itu.
Empat pertandingan dilakoni tim besutannya. Lantas, bagaimana hasilnya? ’’Satu kali menang, satu seri, dan dua kali kami kalah,’’ kata Syaifuddin saat ditemui Jawa Pos setelah melatih timnya di lapangan Kendung, Benowo, Rabu sore (23/12).
Baca Juga: Kerja Sama Selesai, Pemain Persebaya Pindah dari Apartemen ke Rumah?
Dari turnamen itu, Syaifuddin sadar menjadi pelatih bukanlah pekerjaan yang gampang. Bahkan, Syaifuddin mengaku sempat emosi kala memimpin tim dari pinggir lapangan.
’’Ada (pemain) yang tidak menjalankan sesuai dengan instruksi. Saya bahkan sempat marah sampai menaikkan nada bicara,’’ terang pemain jebolan tim internal Al Rayyan itu. Dia akhirnya merasakan kegelisahan sebagai pelatih. ’’Tahu rasanya sedih pas kalah, senang pas menang,’’ tambahnya.
Kehadiran Syaifuddin membuat anak didiknya semangat. ’’Senang bek kanan Persebaya jadi pelatih kami,’’ kata Bagas Aditya, salah seorang pemain U-12. Bagi pemain, Syaifuddin adalah sosok yang baik.
’’Orangnya sabar, jarang marahi pemain,’’ ujarnya. Pengurus SSB beruntung Syaifuddin mau menjadi salah satu tim pelatih.
’’Syaifuddin kan arek asli Benowo. Bisa jadi daya tarik bagi pemain,’’ kata Benny Handoko, founder SSB Aston Villa.
Malah, bukan hanya Syaifuddin pemain nasional yang menjadi pelatih. Ada juga gelandang PSS Sleman Misbakus Solikin. Mantan gelandang Persebaya itu memimpin tim U-10.
Sama dengan Syaifuddin, Misbakus menjadi pelatih sejak tiga bulan lalu. Bagi Misbakus, itu menjadi pengalaman baru. ’’Ternyata lebih sulit menjadi pelatih ketimbang pemain,’’ katanya. Apalagi, yang dihadapi adalah pemain muda. ’’Harus banyak-banyak bersabar,’’ tambahnya.
Karena sudah terjun di dunia kepelatihan, bapak satu anak tersebut punya angan-angan untuk mengambil lisensi pelatih. ’’Tapi, sepertinya belum dalam waktu dekat,’’ katanya.
Bagi Syaifuddin, menjadi pelatih SSB cukup penting. Apalagi, dia akan melakoni kursus lisensi pelatih C PSSI. Ilmu dari lisensi itu bakal diterapkan di SSB Aston Villa.
’’Tapi, kalau kompetisi sudah jalan, saya akan fokus dulu ke tim Persebaya,’’ ujar Syaifuddin. Tapi, dia tetap akan menyempatkan melatih jika ada waktu. ’’Misal Persebaya latihan pagi, sorenya saya bisa ke SSB,’’ tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
