
Hasnuryadi Sulaiman mengatakan bahwa Samsul Arif bertahan bersama Barito Putera
JawaPos.com - Manajemen Barito Putera masih memberikan toleransi sikap indisipliner yang ditunjukkan pemainnya, Mochamad Yudha Febrian. Seperti diketahui, Yudha kedapatan berada di hiburan malam sedang dugem. Barito Putera tak memecatnya melainkan mengirimnya ke pesantren untuk membenahi mentalnya.
Hanya saja, sikap indisipliner itu membuat Yudha harus dicoret dalam pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia di Jakarta. Dia kehilangan kesempatan menjadi bagian skuad Merah Putih di Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.
"Sebagaimana selayaknya sebuah keluarga, kita sebagai orang tua berkewajiban untuk memberikan pembinaan bukan dalam bentuk hukuman," ujar CEO Barito Putera Hasnuryadi dikutip dalam laman resmi klub seperti dilansir Antara.
"Kami dari Barito memberikan tindakan yang sifatnya membina dengan cara mengirimkan Yudha ke pesantren. Harapan kita tindakan yang kita ambil ini bisa membuat Yudha lebih baik lagi, memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi," imbuh Hasnuryadi.
Keputusan mengirim ke pesantren di Jawa Barat diambil salah satunya berdasarkan atas hasil klarifikasi Yudha Febrian yang didampingi ayahnya kepada manajemen Barito Putera pada Jumat (4/12). Barito Putera juga ingin mengedepankan asas kekeluargaan ketimbang menghakimi karena akan berpengaruh pada mental dan masa depan si pemain.
Saat di pesantren nanti, Yudha akan dibina mental dan sikapnya dengan dibimbing langsung oleh pengasuh pondok pesantren. Selain itu, pemain berusia 18 tahun itu akan mendapatkan latihan fisik, sehingga kondisinya tetap terjaga.
“Selain dibina oleh pengasuh pesantren, Yudha juga dapat latihan dari pelatih yang kami siapkan khusus mendampinginya di pesantren," kata Hasnuryadi menegaskan.
Sementara itu, Yudha mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya dan membuat dia harus tersisih di skuad Timnas U-19. Dia akan menerima keputusan manajemen Barito Putera untuk melakukan pembinaan tersebut.
"Saya meminta maaf kepada keluarga besar Barito Putera, Timnas Indonesia, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang telah saya perbuat. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, ini menjadi pelajaran buat saya sebagai pemain," ungkapnya.
Beda halnya dengan Yudha, pemain Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano justru nasibnya lebih nahas. Dia langsung didepak dari skuad The Guardians setelah manajemen mengadakan rapat internal. Yudha dan Serdy diketahui terekam kamera tengah berada di sebuah tempat hiburan malam saat masih menjalani pemusatan latihan Timnas U-19.
Yudha dan Serdy kemudian kedapatan pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB dan telat menjalani latihan pagi sehingga pelatih Shin Tae-yong langsung mencoret nama keduanya dari skuad. Fatalnya bagi Serdy, pencoretan ini menjadi yang kedua kalinya. Pada Agustus lalu sebelum Timnas berangkat ke Kroasia, dia didepak karena terlambat mengikuti sesi latihan pagi.
Setelah dicoret dan diberikan kesempatan kedua, Serdy malah mengkhianati kepercayaan tersebut dengan mengulang kesalahan yang sama.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=gEERRGWkiOk

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
