Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Desember 2020 | 22.33 WIB

Video Dugem Viral, Pemain Barito Putera Dikirim ke Pesantren

Hasnuryadi Sulaiman mengatakan bahwa Samsul Arif bertahan bersama Barito Putera - Image

Hasnuryadi Sulaiman mengatakan bahwa Samsul Arif bertahan bersama Barito Putera

JawaPos.com - Manajemen Barito Putera masih memberikan toleransi sikap indisipliner yang ditunjukkan pemainnya, Mochamad Yudha Febrian. Seperti diketahui, Yudha kedapatan berada di hiburan malam sedang dugem. Barito Putera tak memecatnya melainkan mengirimnya ke pesantren untuk membenahi mentalnya.

Hanya saja, sikap indisipliner itu membuat Yudha harus dicoret dalam pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia di Jakarta. Dia kehilangan kesempatan menjadi bagian skuad Merah Putih di Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"Sebagaimana selayaknya sebuah keluarga, kita sebagai orang tua berkewajiban untuk memberikan pembinaan bukan dalam bentuk hukuman," ujar CEO Barito Putera Hasnuryadi dikutip dalam laman resmi klub seperti dilansir Antara.

"Kami dari Barito memberikan tindakan yang sifatnya membina dengan cara mengirimkan Yudha ke pesantren. Harapan kita tindakan yang kita ambil ini bisa membuat Yudha lebih baik lagi, memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi," imbuh Hasnuryadi.

Keputusan mengirim ke pesantren di Jawa Barat diambil salah satunya berdasarkan atas hasil klarifikasi Yudha Febrian yang didampingi ayahnya kepada manajemen Barito Putera pada Jumat (4/12). Barito Putera juga ingin mengedepankan asas kekeluargaan ketimbang menghakimi karena akan berpengaruh pada mental dan masa depan si pemain.

Saat di pesantren nanti, Yudha akan dibina mental dan sikapnya dengan dibimbing langsung oleh pengasuh pondok pesantren. Selain itu, pemain berusia 18 tahun itu akan mendapatkan latihan fisik, sehingga kondisinya tetap terjaga.

“Selain dibina oleh pengasuh pesantren, Yudha juga dapat latihan dari pelatih yang kami siapkan khusus mendampinginya di pesantren," kata Hasnuryadi menegaskan.

Sementara itu, Yudha mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya dan membuat dia harus tersisih di skuad Timnas U-19. Dia akan menerima keputusan manajemen Barito Putera untuk melakukan pembinaan tersebut.

"Saya meminta maaf kepada keluarga besar Barito Putera, Timnas Indonesia, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang telah saya perbuat. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, ini menjadi pelajaran buat saya sebagai pemain," ungkapnya.

Beda halnya dengan Yudha, pemain Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano justru nasibnya lebih nahas. Dia langsung didepak dari skuad The Guardians setelah manajemen mengadakan rapat internal. Yudha dan Serdy diketahui terekam kamera tengah berada di sebuah tempat hiburan malam saat masih menjalani pemusatan latihan Timnas U-19.

Yudha dan Serdy kemudian kedapatan pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB dan telat menjalani latihan pagi sehingga pelatih Shin Tae-yong langsung mencoret nama keduanya dari skuad. Fatalnya bagi Serdy, pencoretan ini menjadi yang kedua kalinya. Pada Agustus lalu sebelum Timnas berangkat ke Kroasia, dia didepak karena terlambat mengikuti sesi latihan pagi.

Setelah dicoret dan diberikan kesempatan kedua, Serdy malah mengkhianati kepercayaan tersebut dengan mengulang kesalahan yang sama.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=gEERRGWkiOk

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore