Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2020 | 04.18 WIB

Bulan Depan, Rachmat Irianto Menikah pada Usia 21 Tahun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Renegosiasi kontrak membuat pemain Persebaya Surabaya mendapat gaji 50 persen. Padahal, sampai saat ini, belum ada kejelasan soal lanjutan Liga 1 2020.

Kondisi itu membuat pengeluaran klub membengkak. Sebab, sebelumnya, selama kompetisi mandek, Persebaya hanya membayar gaji pemain sebesar 25 persen. Lalu, apakah manajemen bakal membayar gaji pemain sebesar 25 persen lagi? Mengingat saat ini kompetisi juga masih mandek.

’’Kami nggak bisa ambil keputusan seperti itu (gaji 25 persen). Sekarang kami belum bisa melangkah ke sana,’’ kata Ram Surahman, sekretaris tim Persebaya, saat dihubungi Jawa Pos.


Membayar gaji pemain 50 persen saat kompetisi mandek cukup berat. Tapi, untuk kembali ke gaji 25 persen, harus ada regulasi yang jelas dari pihak federasi.
Artinya, seluruh pemain, pelatih, dan staf ofisial tetap mendapat gaji sesuai renegosiasi kontrak. Yakni, sebesar 50 persen. Aturan gaji 50 persen itu pun sejatinya sudah sesuai regulasi PSSI.

Karena itu, Persebaya mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan. Hanya, Ram berharap segera ada kejelasan kapan kompetisi digelar. ’’Kami butuh kepastian,’’ kata pria asal Gresik tersebut.

Selama belum ada kejelasan, tim diliburkan. Beberapa pemain memilih pulang kampung. Namun, ada juga yang memilih tetap bertahan di Surabaya. Aryn Williams salah satunya. Pemain asal Australia itu sejatinya sempat berpikir untuk pulang ke Perth.

’’Tapi, saya pikir peraturan karantina dua minggu akan membuat waktu saya dengan keluarga berkurang, jadi ya saya di sini (Surabaya) saja,’’ ungkapnya. Pemerintah Australia memang mewajibkan karantina bagi warganya yang baru datang dari luar negeri.

Selain Aryn, Mahmoud Eid dan Makan Konate tetap bertahan di Surabaya. Ini jadi kali kedua Konate memilih bertahan di Surabaya. Padahal, tim pelatih memberikan lampu hijau bagi pemain asing untuk pulang kampung. Maklum, durasi libur juga akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Di sisi lain, beberapa pemain lokal yang tinggal di sekitar Surabaya dan Sidoarjo kini punya aktivitas lain. Rendi Irwan kembali memimpin latihan di SSB Kelud Putra. Di SSB yang berpusat di Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut, pemain 33 tahun itu menjabat pelatih kepala.

’’Nanti saya pasti akan langsung datang ke Klagen, lebih banyak hadir di lapangan untuk memimpin latihan,’’ jelas bapak tiga anak tersebut.

Sementara itu, bek Rachmat Irianto hanya fokus melakukan persiapan pernikahan. Rencananya, putra asisten pelatih Bejo Sugiantoro itu melepas masa lajang pada 8 November mendatang. ’’Persiapan (pernikahan) sudah 95 persen. Sudah jauh lah,’’ terang pemain jebolan tim internal Indonesia Muda berusia 21 tahun itu.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore