Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2020 | 05.01 WIB

Negosiasi David da Silva Belum Jelas, Persebaya Siapkan Striker Junior

Rachamat Irianto membantu melemaskan kaki  Ernando Ari yang mengalami keram.  SALMAN TOYIBI/JAWA POS - Image

Rachamat Irianto membantu melemaskan kaki Ernando Ari yang mengalami keram. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JawaPos.com – Negosiasi antara manajemen Persebaya Surabaya dengan David da Silva masih alot. Belum ada deal antara kedua pihak. Padahal, Da Silva adalah pemain penting di skuad Green Force, julukan Persebaya.

Meski begitu, pelatih Persebaya Aji Santoso ogah panik. Dia menyerahkan sepenuhnya proses negosiasi kepada manajemen. Lalu, bagaimana jika Da Silva benar-benar hengkang?

’’Seandainya kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat, saya akan tetap jalan. Tidak mungkin dengan waktu mepet dan sempit saya harus terus menunggu,’’ kata pelatih 50 tahun itu.

Artinya, Aji tetap akan memaksimalkan pemain yang ada. Hanya, pelatih asal Kabupaten Malang itu berharap Da Silva tetap bertahan di Surabaya. ’’Saya belum tahu ke depan apakah tetap bisa menggunakan (jasa) Da Silva atau tidak. Yang jelas, kalau dia (Da Silva) kembali, itu malah lebih bagus,’’ jelas kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996–1997 tersebut.


Kalaupun Da Silva tidak kembali, Aji mulai menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya adalah mencoba striker baru. Hal itu bahkan sudah terlihat dalam sesi latihan di Stadion Pusaka Karangan, Wiyung, kemarin pagi. Aji mulai menjajal Venko Armedya. Dia adalah striker Persebaya U-20. Ada kans bagi Venko untuk naik ke tim utama.

Aji punya alasan mengapa Venko ikut berlatih dengan skuad utama. ’’Karena saat ini striker murni yang kami punya cuma Patrich Wanggai,’’ terang bapak lima anak tersebut.

Kebetulan, Aji mendapat masukan soal adanya striker yang cukup oke di tim U-20. ’’Ada informasi dari tim internal. Kenapa nggak? Kalau saya pribadi, jika ada pemain jebolan internal yang layak masuk ke tim senior, saya senang sekali,’’ tambahnya.

Aji memang mendukung penuh pemain jebolan internal untuk naik ke tim utama. Apalagi, Green Force memang dikenal punya jebolan internal yang mumpuni. Sebut saja Rendi Irwan, Hansamu Yama, M. Syaifuddin, Abu Rizal Maulana, hingga Oktafianus Fernando.

’’Salah satu tugas saya adalah bagaimana memunculkan pemain asli Surabaya agar punya prestasi,’’ tegas Aji.

Kehadiran Venko setidaknya membuat sesi latihan berjalan lebih mudah. Sebab, jika hanya punya satu striker, sulit untuk menyempurnakan taktik. Apalagi, dalam latihan kemarin, Aji mengasah finishing para pemainnya.

’’Saya kombinasikan dengan crossing dan shooting,’’ katanya. Latihan finishing itu dilakukan setelah sesi small game. ’’Latihan kali ini hanya untuk maintenance. Karena besok (hari ini) intensitas latihan akan lebih tinggi,’’ jelas Aji.

Beruntung, kondisi pemain dinilai mulai membaik. Fisik pemain berangsur kembali ke kondisi terbaik. Hal itu membuat Aji cukup puas dengan kondisi anak asuhnya. Meski, persiapan sangat mepet.

’’Selama persiapan sejak hari pertama, saya sangat puas pemain mampu berlatih dengan serius semangat. Mereka berlatih secara maksimal,’’ pungkas Aji.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore