Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2019 | 16.54 WIB

Risma Sayangkan Perusakan Stadion Gelora Bung Tomo

Bonek memasuki lapangan dan melakukan perusakan fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, usai pertandingan Liga 1 2019 antara Persebaya melawan PS Sleman, kemarin (29/10). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

Bonek memasuki lapangan dan melakukan perusakan fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, usai pertandingan Liga 1 2019 antara Persebaya melawan PS Sleman, kemarin (29/10). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com - Tiga laga, tiga kekalahan. Itulah statistik yang dicatat Persebaya Surabaya. Yang terbaru, tim tersebut takluk 2-3 saat menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin sore.

Jika dirunut, tim berjuluk Green Force tersebut nihil kemenangan dalam enam laga terakhir. Rentetan hasil buruk itulah yang memantik kekecewaan suporter Persebaya. Flare, smoke bomb, dan kembang api juga menyala secara bergantian. Sejurus kemudian, sejumlah suporter merangsek ke tengah lapangan.

Situasi makin tak terkendali. Papan iklan diambil, kemudian dirusak. Setelah itu dibakar. Tak cukup di situ. Gawang di sebelah utara juga di bakar. Lintasan lari di depan tribun VIP juga dibakar.

Koordinator Tribun Timur Hasan Tiro menyebutkan, aksi spontan kemarin merupakan luapan kekecewaan suporter. Dan, Bonek ingin menyuarakan beberapa tuntutan. Salah satunya: pecat Wolfgang Pikal. ”Pikal harus diganti. Toh, sejak dipegang dia (Pikal, Red), Persebaya tidak pernah menang,” kata Hasan.

Total, sudah empat laga Pikal menemani Persebaya di bench. Hasilnya, tiga kali menelan kekalahan dan satu hasil imbang.

Sebagai gantinya, Hasan berharap posisi pelatih diisi arek Suroboyo asli. Yakni, asisten pelatih Bejo Sugiantoro atau pelatih Persebaya U-20 Uston Nawawi. Kebetulan, keduanya adalah legenda Green Force.

Photo

Suasana di Gelora Bung Tomo, Surabaya, setelah kekalahan Persebaya 2-3 oleh PSS. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Insiden kemarin mengakibatkan sejumlah kerusakan di Stadion GBT. Padahal, stadion berkapasitas 50 ribu penonton tersebut merupakan salah satu di antara sepuluh stadion yang dipersiapkan untuk venue perhelatan Piala Dunia U-20 pada 2021.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mendapatkan kabar kericuhan di GBT langsung memerintahkan untuk mendata dan mengecek secara detail kerusakan di dalam stadion. Dia menyayangkan kejadian tersebut. ”Kami tunggu nanti laporan dari dispora apa saja kerusakannya,” ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara tadi malam.

Pemkot menaruh harapan besar kepada seluruh masyarakat Surabaya untuk bisa menjaga situasi yang kondusif. Apalagi, stadion tersebut akan menjadi salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021. ”Intinya, kita saling mendukung lah. Pemkot berupaya memperbaiki kualitas (stadion, Red). Masyarakat ikut njogo jadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore