Skuad Persebaya Surabaya berjuang kalahkan PSM Makassar 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya sukses mengamankan tiga poin penting usai menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Super League 2025/2026. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam, jadi sinyal kebangkitan Green Force setelah hasil kurang maksimal di pertandingan sebelumnya.
Kemenangan ini terasa spesial karena diraih dalam tensi laga yang ketat dan penuh disiplin taktik.
Persebaya Surabaya memang tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi tetap harus bekerja keras memecah kebuntuan hingga akhir pertandingan.
Fakta pertama, gol Gali Freitas jadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya. Satu-satunya gol lahir pada menit ke-26 lewat sepakan placing keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Reza Arya.
Bola meluncur deras ke sudut gawang dan langsung membakar semangat ribuan Bonek yang memadati GBT. Gol itu tak hanya mengubah papan skor, tetapi juga mengubah atmosfer pertandingan yang semula berjalan hati-hati.
Sejak awal babak pertama, tempo permainan relatif sedang dengan kedua tim sama-sama menakar kekuatan.
Aliran bola lebih banyak berkutat di lini tengah karena Persebaya Surabaya dan PSM berusaha disiplin menjaga struktur permainan.
Gol Gali lahir dari situasi terbuka yang dieksekusi dengan kualitas individu mumpuni.
Ia menerima bola di luar kotak penalti, mengecoh satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau penjaga gawang.
Keunggulan tersebut membuat Persebaya Surabaya lebih percaya diri mengontrol jalannya laga. Meski begitu, PSM tetap berusaha merespons lewat serangan bertahap yang dibangun dari sektor sayap.
Fakta kedua, Persebaya Surabaya tampil solid saat PSM dominan tanpa gol balasan.
Menjelang turun minum, Francisco Rivera hampir menggandakan keunggulan lewat tendangan mendatar setelah menerima umpan Jefferson Silva, tetapi Reza Arya melakukan penyelamatan krusial.
Memasuki babak kedua, PSM Makassar meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Tim berjuluk Pasukan Ramang itu lebih berani menekan dan memaksa lini belakang Persebaya Surabaya bekerja ekstra.
Solidnya pertahanan tuan rumah yang dikomandoi Risto Mitrevski jadi kunci menjaga keunggulan tetap aman. Setiap upaya PSM kerap kandas sebelum benar-benar membahayakan gawang Persebaya Surabaya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
