
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman
JawaPos.com – Persebaya Surabaya menyadari betul betapa mengerikannya kekuatan lini serang Madura United. Dan, pada saat yang sama, Green Force –julukan Persebaya– justru harus kehilangan dua pemain pilar di lini belakang, Hansamu Yama Pranata dan Otavio Dutra, saat menjamu Madura United Sabtu (10/8). Karena itu, jajaran pelatih Persebaya pun memutar otak untuk menemukan komposisi yang tepat untuk meredam agresivitas barisan penyerang Madura United.
Demi menemukan komposisi dan strategi yang tepat tersebut, Djadjang Nurdjaman pun mengintip langsung permainan calon lawan. Absennya Djanur –sapaan Djadjang Nurdjaman– memimpin latihan Persebaya di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin sore (5/8) terjadi karena dirinya menonton pertandingan Bhayangkara FC kontra Madura United.
Photo
Persebaya Surabaya
”Ya, Senin kemarin saya ke Jakarta untuk melihat pertandingan Madura United,” tuturnya saat ditemui selepas memimpin latihan Persebaya di Lapangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kemarin sore (6/8).
Djanur sengaja datang langsung untuk melihat secara menyeluruh permainan dan pergerakan pemain-pemain Madura United. Meski tahun ini Persebaya sudah empat kali bersua tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut, Djanur tetap merasa perlu mengintip langsung. Sebab, permainan Madura United telah berkembang jika dibandingkan saat bertemu Persebaya di pertandingan sebelumnya.
Dari proses mengintip langsung itu, pelatih asal Majalengka tersebut mendapat banyak gambaran apa yang harus dilakukannya saat Persebaya menjamu Madura United nanti. ”Yang jelas, kami tidak akan membiarkan pemain Madura leluasa bermain bola. Sebab, individu mereka sangat bagus,” katanya.
Meski begitu, Djanur menegaskan tidak akan bermain man-to-man marking. ”Kami akan memainkan pertahanan kolektif. Siapa yang dekat lawan itu yang harus menjaga. Detailnya lihat nanti di lapangan. Saya tidak mau bicara detail soal teknis di sini,” ujarnya.
Yang jelas, tegas Djanur, Persebaya berasumsi bahwa Madura United akan bermain agresif. Dan itulah yang disiapkan tim asal Kota Pahlawan. Termasuk memilih dua di antara tiga stoper yang akan dimainkan sebagai pemain utama. Tiga stoper itu adalah Rachmat ”Rian” Irianto, M. Syaifuddin, dan Andri Muliadi.
Di sisi lain, tim pelatih Persebaya bakal melakukan pendekatan secara pribadi dengan Amido Balde dan Manuchekhr Dzhalilov agar penampilan keduanya kembali meledak. Dalam beberapa pertandingan, performa keduanya melempem. ”Bersama psikolog tim, kami akan bicarakan lebih intim dengan keduanya. Kami yakin mereka bisa tampil lebih baik,” paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
