Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 November 2018 | 22.49 WIB

#EDYOUT! Jabatan Bertumpuk, Prestasi Bapuk

Tagar #EdyOut kembali menggema di media sosial seiring dengan jebloknya prestasi Timnas Indonesia di AFF 2018 - Image

Tagar #EdyOut kembali menggema di media sosial seiring dengan jebloknya prestasi Timnas Indonesia di AFF 2018

JawaPos.com - Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2018. Drama memalukan di Liga 2. Sekian banyak kasus suporter meninggal yang tidak jelas penyelesaiannya. Plus jabatan ganda Edy Rahmayadi. Publik sepak bola pun dibuat bosan dengan dagelan ini.


---


TUNTUTAN agar Edy Rahmayadi meletakkan jabatan sebagai ketua umum PSSI semakin kuat dalam beberapa hari terakhir. Apalagi, dia kini sudah menjabat gubernur Sumatera Utara. #EdyOut pun sempat menjadi trending topic di media sosial.


Tentu saja, tersingkir di fase grup Piala AFF 2018 menjadi pemantik terbaru. Jabatan bertumpuk Edy bersanding dengan prestasi sepak bola yang bapuk membuat publik muak. ''Undang-undang tidak melarang, tapi secara kepatutan itu tidaklah benar,'' ketus Gatot S. Dewa Broto, Sesmenpora, kepada Jawa Pos.


Menurut dia, ketua PSSI malah meluangkan banyak waktunya di lokasi yang cukup jauh, Sumut, menjadi seorang gubernur. ''Masak ketua PSSI, sepak bola yang sangat seksi dan strategis dirangkap dari jauh. Komunikasi memang sudah maju, tapi tidak maksimal itu,'' lanjutnya.


Dia mewanti-wanti Edy agar tidak lagi mengatakan bahwa jabatan yang dipegangnya adalah amanat rakyat. Dengan begitu, Edy enggan melepas jabatan hingga periode waktunya selesai, yakni 2020. ''Jangan keliru, itu bukan amanat rakyat, tapi amanat klub dan voters. Jadi, saya harap Pak Edy jangan bawa-bawa itu lagi,'' tegasnya.


Karena itu, dia berharap Edy bisa legawa untuk memilih salah satu jabatannya tersebut. Mungkin meletakkan jabatan sebagai ketua PSSI karena terbukti era kepemimpinannya masih banyak masalah. ''Kalau bisa, milih lah. Memangnya di Indonesia tidak ada lagi orang yang sanggup mengurus PSSI?'' ujar Gatot.


Pria kelahiran Jogjakarta pada 1961 itu juga mengkritisi rasa bangga PSSI ketika menyelenggarakan sebuah event sepak bola. Dia mengingatkan bahwa PSSI induk sepak bola Indonesia, bukan event organizer. ''Publik itu tahunya prestasi. Juga tolong aktif lah merespons masyarakat. Jangan diam saja ketika ada masalah,'' ujarnya.


Kegelisahan serupa diungkapkan Andie Peci dari Bonek. Menurut dia, selama Edy menjabat, prestasi tidak kunjung datang. Memang juara AFF U-16, tapi itu level junior. Level senior sejak dulu sama sekali tak kunjung membaik. ''Junior sedikit lebih maju karena tidak terkontaminasi klub,'' jelas pria bernama asli Andi Kristanto itu.


Soal tuntutan mengganti ketua umum PSSI, Manajer Madura United Haruna Soemitro punya pendapat. ''Semua pihak yang ingin ada perubahan di PSSI atau terjadi pergantian ketua umum hanya bisa dilakukan lewat kongres,'' ujarnya. Dia menekankan harus melalui regulasi yang benar.


Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono enggan berkomentar banyak terkait dengan masalah #EdyOut. Dia justru berharap timnas Indonesia mampu menang atas Filipina malam nanti. ''Pemain dan ofisial punya tekad yang sama untuk mengakhiri Piala AFF dengan kemenangan,'' jelasnya.


Dia lebih ingin menyoroti nasib Bima Sakti. Pria yang disapa Jokdri itu menerangkan, nasib Bima dan siapa yang menjadi pengganti bakal diputuskan dalam kongres tahunan PSSI pada 20 Januari mendatang. Di dalamnya termasuk siapa yang akan mengisi timnas untuk level junior.


Mengenai isu pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 antara PS Mojokerto Putra melawan Aceh United pada 19 November lalu, pria asal Ngawi itu menyatakan belum punya bukti konkret. Karena itu, cukup sulit bagi Komdis PSSI memutuskan hukuman yang pantas bagi pelaku.


---


Mulut Nyelekit Edy

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore