
Umuh Muchtar menjembatani Mario Gomez dan Supardi Nasir untuk saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan.
JawaPos.com - Kasus tudingan terhadap empat pemain Persib Bandung telah menerima suap dan terlibat dalam pengaturan skor dipastikan sudah clear. Manajemen Maung Bandung menegaskan, tudingan yang terlanjur beredar di masyarakat tersebut secara jelas tidak pernah ada di tubuh Persib.
Sebelumnya, muncul isu kalau empat andalan Persib (Supardi Nasir, Hariono, Ardi Idrus, dan Ghozali Siregar) terlibat dalam kasus suap dan pengaturan skor. Hal tersebut dipicu saat pelatih Mario Gomez tidak membawa tiga pemain di antaranya saat away ke PSIS Semarang. Padahal kondisi mereka semua layak untuk bertanding.
Kini, baik dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), manajer, pelatih, dan pemain sudah mengklarifikasi isu tersebut. Per 21 November, isu tersebut dinyatakan clear dan dianggap tidak pernah terjadi di Persib Bandung.
Manajer tim Umuh Muchtar menjelaskan, isu suap dan pengaturan skor yang beredar sangat tidak benar. Hal itu akibat kesalahpahaman dan miskomunikasi. Umuh pun meminta kepada semua pihak yang ada di dalam tim untuk klarifikasi. Karena isu tersebut kini sudah berkembang macam-macam di media sosial.
"Saya sangat sedih dan merasa tidak enak. Karena saya percaya bahwa pemain 100 persen tidak akan ada yang main-main (soal suap)," kata Umuh di Graha Persib Bandung, Rabu (21/11).
Menurutnya, kemungkinan isu tersebut muncul karena ada miskomunikasi dan kemudian berkembang. Namun saat ini sudah jelas. Semua pihak sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Karena Persib masih menyisakan tiga kali pertandingan yang harus dijalani dengan rasa saling percaya yang besar.
Kapten tim Supardi Nasir mengaku, semuanya sudah jelas tidak ada terjadi seperti kabar yang sudah beredar. Pelatih Mario Gomez pun sudah meminta maaf dan percaya ke semua pemain.
"Tidak mungkin terjadi ke pemain dan dia juga minta maaf kalau dia buat kesalahan. Saya katakan pada dia, ini beda coach. Saya tahu dia marah karena kondisi dan terbawa emosi. Ok, no problem. Tapi kalau dari pertama dibicarakan, itu enggak akan terjadi," ungkap Supardi di Ghara Persib Bandung, Rabu (21/11).
"Oke semua sudah bicara, dan clear dan tidak mungkin terjadi di tim kita seperti yang coach duga-duga seperti itu. Tapi saya manusia, ketika dia minta maaf dan saya harus memaafkan dia. Tapi yang penting semuanya sudah kelar, clear masalah ini dan sudah ada pernyataan dari dia. Terlepas di balik itu kita tidak perlu dikorek-korek lagi," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
