
Gelandang serang Timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Taiwan
JawaPos.com - Sosok Egy Maulana Vikri benar-benar menyulitkan permainan Timnas U-19 Taiwan. Meski sudah dikawal ketat, Egy tetap bisa mengobrak-abrik lini pertahanan lawan.
Hal itu diakui pelatih Taiwan U-19, Vom Ca Nhum. Dia membenarkan memasang strategi untuk mematikan langkah gelandang Lechia Gdnask tersebut.
"Kami tahu Egy main dengan pola yang bagus, kami sudah mengamati permainan dia. Menjaganya satu lawan satu sangat sulit, makanya kami matikan," ungkap Vom Ca Nhum kepada wartawan.
Sayangnya strategi tersebut tidak berhasil. Sebab saat perhatian terfokus pada Egy, pemain lainnya seperti Witan Sulaiman justru mampu menerobos tembok pertahanan Taiwan.
"Ya betul, Witan sangat cepat dan tajam. Sepeti pemain Indonesia lainnya, dia punya teknik sangat baik. Pemain kami pertama kali main di sini dan melakukan beberapa kesalahan," sesal Vom Ca Nhum.
Di laga ini, Indonesia menang 3-1. Egy membuka keunggulan Garuda Nusantara. Sementara dua gol lainnya disumbang oleh Witan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
