
Andai masuk ke final AFC Cup U-19, Timnas U-19 tak bisa bermain di SUGBK.
JawaPos.com - Usai perhelatan Asian Games 2018, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pun kembali ke berfungsi seperti semula. Menjadi sarana untuk menggelar pertandingan sepak bola juga kegiatan di luar olahraga lainnya. Namun, perhelatan Piala Asia U-19 dipastikan tak bisa menggelar final di stadion kebanggaan rakyat Indonesia tersebut.
Ajang Piala Asia U-19 pada awalnya akan menggunakan SUGBK sebagai tempat untuk menggelar laga semifinal dan final pada 1 dan 4 November mendatang. Namun, hal ini tampaknya tak bisa terlaksana. Pasalnya, SUGBK sudah lebih dulu dipesan untuk menggelar konser band rock legendaris asal Amerika Serikat, Guns N' Roses (GNR).
Konser GNR sendiri akan diadakan pada 8 November mendatang. Namun, satu pekan sebelumnya, semua persiapan di dalam area stadion sudah dilakukan pihak promotor.
Pengelola SUGBK bukan tidak mau mendukung perhelatan Timnas Indonesia. Namun, PSSI kalah cepat dibanding promotor yang mendatangkan GNR ke Jakarta. Mereka sudah memesan untuk menggunakan SUGBK sejak 2 tahun yang lalu.
"GBK itu butuh pembiayaan. Kami juga harus mengakomodasi kegiatan lain termasuk musik, seni, budaya, ataupun kegiatan politik," jelas Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) GBK, Winarto.
Biaya yang dibutuhkan untuk merawat GBK bisa mencapai Rp 62 miliar per tahun. Sementara pemasukan dari sewa stadion tergantung pihak yang menyewa. Untuk Timnas Indonesia harus membayar Rp 450 juta sekali pakai. Sedangkan klub-klub nasional berada di kisaran Rp 500–Rp 1 miliar per pertandingan.
Khusus untuk konser musik dengan artis dari luar negeri, harga sewanya bisa naik berlipat ganda. Bahkan untuk konser Guns N’ Roses, harga sewa SUGBK empat kali lipat dari kegiatan olahraga biasanya. Karena mereka menggunakan area SUGBK lebih dari satu pekan.
"Promotor sudah menggunakan GBK sepekan sebelum konser dilakukan. Jadi, tidak mungkin bisa semifinal dan final (Piala Asia U-19) di sini," imbuh dia.
Winarto menjelaskan, pihaknya sudah memberikan beberapa alternatif apabila memang PSSI ingin tetap menggelar laga di kawasan Jakarta. Dia memberikan opsi Stadion Madya, yang juga masih terletak di kompleks GBK.
"Tapi, memang kapasitasnya hanya 10 ribu tempat duduk," tutup dia.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
