
Bali United menjadi tim kedua yang sukses meraih kemenangan di Marora musim ini setelah PSM Makassar.
JawaPos.com - Stadion Marora, kandang Perseru Serui, dikenal sebagai tempat yang angker bagi tim-tim yang bertandang ke sana. Perseru pun dikenal sebagai tim yang sangat sulit ditaklukkan di kandang. Hal ini tak lepas faktor kelelahan yang harus dilalui tim-tim tamu akibat menjalani perjalanan panjang ke stadion yang berada di Kabupaten Yapen, Papua, tersebut.
Persebaya Surabaya pernah merasakan kepedihan ketika berlaga di Marora. Keduanya digasak tuan rumah Perseru Serui dengan skor 1-3. Sebuah kekalahan yang akhirnya memaksa Angel Alfredo Vera mundur dari jabatannya sebagai pelatih Persebaya.
Namun, hal itu tak dirasakan Bali United. Laskar Serdadu Tridatu sukses mengalahkan Perseru 2-1 di Stadion Marora, Jumat (10/8) lalu. Kecerdikan sang pelatih, Widodo Cahyono Putro membuat Bali United meraih poin sempurna di Marora. Tak heran jika pria kelahiran Cilacap itu terpilih sebagai pelatih terbaik pekan ke-20 versi Jawa Pos dan Statoskop.
Belakangan Widodo mau membuka rahasia kesukesan timnya meraih tiga angka di Marora. Menurut penuturannya, ada beberapa faktor yang membuat anak asuhnya menang.
Pertama adalah soal cara keberangkatan. Berbeda dengan tim lain yang berangkat dalam satu kloter, Bali United dibagi dalam dua rombongan.
Rombongan pertama berangkat Selasa (7/8). Disusul rombongan kedua yang berangkat pada Rabu (8/8). Hal itu membuat Bali United berani membawa total 19 pemain. Bandingkan dengan Persebaya yang hanya membawa 16 pemain.
Selain itu, Bali United membuat pemain merasa nyaman selama perjalanan. Saat transit di Makassar selama tujuh jam, para pemain diinapkan di hotel. Sehingga kondisi mereka tetap bugar.
Dari Makassar, mereka bertolak ke Biak pukul 02.00 WIB. Dengan begitu, rombongan bisa langsung mendapat flight dari Biak ke Serui yang memang hanya satu kali sehari. Tak perlu menunggu lagi.
Waktu menunggu inilah yang disinyalir membuat fisik pemain lebih cepat drop. Karena itu, Bali United mengakalinya dengan mengatur waktu perjalanan yang tidak membutuhkan waktu lama. “Pemain punya waktu istirahat yang cukup. Jadi kondisinya terjaga,” kata Widodo.
Itulah yang membuat anak asuhnya mampu tampil trengginas di lapangan. Padahal mereka bermain dalam kondisi lapangan yang basah dan berat. Namun tetap bisa meraih hasil maksimal.
“Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh pemain. Dari awal hingga akhir pertandingan, mereka tidak lelah mengejar bola,” tegas Widodo.
Selain itu, Widodo juga sudah mempelajari kekuatan lawan. “Kami lakukan analisis dan kemudian disambung dengan taktikal game (di latihan),” tutup pelatih 47 tahun itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022