
Keberadaan striker asing seperti David da Silva mungkin akan tereliminasi pada Liga 1 2019.
JawaPos.com - Maraknya striker asing yang menghiasi daftar top skor Liga 1 menjadi sorotan khusus PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sebagai operator kompetisi, LIB pun merasa punya kewajiban untuk membangkitkan potensi striker lokal yang bisa mendongkrak performa Tim Nasional.
Imbas dari makin kuatnya peran striker asing di klub-klub profesional Indonesia sangat terasa di Timnas senior. Tim Garuda kesulitan mendapatkan striker lokal yang berkualitas. Karena peran mereka belakangan ini memang banyak digantikan striker asing ketika berada di level klub.
Karena itu, LIB mewacanakan regulasi baru yang melarang klub menggunakan striker asing. Regulasi ini bisa saja diwujudkan di kompetisi musim 2019.
"Itu masih tahap rencana dan masukan juga dari klub Liga 1 2019," kata COO PT LIB, Tigor Shalom Boboy, kepada awak media.
Sepanjang bergulirnya Liga 1 2018, hanya ada dua striker lokal yang mampu bersaing dengan para striker asing. Mereka adalah Samsul Arif (Barito Putera) dan Stefano Lilipaly (Bali United). Keduanya mengoleksi 10 gol "Lilipaly pun pemain naturalisasi," sambung Tigor.
LIB pun kini masih terus menggodok wacana pelarangan striker asing ini. Mereka akan meminta masukan kepada klub-klub peserta soal wacana tersebut.
"Regulasi musim depan pemain asing tidak boleh di lini depan bisa saja terjadi, karena ini juga untuk Timnas Indonesia. Kapan terakhir kita punya penyerang berkualitas?" imbuh dia.
Meski demikian, sebagai operator kompetisi, LIB memang tak bisa mengambil putusan sepihak. Selain meminta masukan dari klub sebagai pihak pemegang saham, mereka juga akan patuh terhadap putusan yang dikeluarkan PSSI selaku otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.
"Selama ini tim relatif banyak menggunakan striker impor. Untuk putusan akhir wacana tesebut, tetap di PSSI dan klub," tutup Hanif Marjuni, Media and Public Relationship Manager PT LIB.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
