
Dejan Antonic kesal setelah Borneo FC gagal kalahkan Persebaya
JawaPos.com – Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, geram dan marah. Kemarahan itu dipicu hasil imbang 2-2 pada laga Borneo FC kontra Persebaya Surabaya, Jumat (11/5) sore WIB. Dejan memberikan kritik kepada para pemainnya. Eks penggawa Persebaya pada 1995-1996 itu jelas tak senang Pesut Etam hanya memetik satu poin di kandang sendiri.
Hasil seri kontra Persebaya menjadi kerugian besar untuk Borneo FC. Sebagai tuan rumah, mereka dituntut untuk menang di Stadion Segiri, Samarinda. Namun Dewi Fortuna lagi-lagi tidak berpihak ke Pesut Etam - julukan Borneo FC.
“Tentu saja kami tidak senang dengan hasil ini. Kami kecewa,” ucap Dejan dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Mantan pelatih Persib Bandung itu mengaku sudah melakukan persiapan yang sangat maksimal. Borneo FC sudah menganalisis kekuatan dan taktik Persebaya. Mereka juga sudah mengantongi kelemahan Green Force.
Sayang, persiapan yang sangat matang tidak diimbangi hasil yang maksimal. Borneo FC lagi-lagi gagal meraih kemenangan. Mereka belum pernah merasakan satu kemenangan pun dalam lima pertandingan beruntun di Liga 1 2018.
“Kami sudah kebobolan 12 gol. Saya kecewa. Saya marah sekali. Bagaimana jika kami sudah belajar, belajar dan belajar tapi saat pertandingan tidak konsentrasi atau tidak disiplin,” tegasnya.
Borneo FC, lanjut Dejan, berusaha mencetak gol cepat. Namun usaha mereka menemui jalan buntu. Yang terjadi justru sebaliknya. Mereka dikejutkan oleh gol kilat Irfan Jaya pada awal babak kedua.
“Kami melakukan kesalahan seperti anak kecil. Saya minta maaf. Tapi semua harus bertanggung jawab,” imbuhnya. Pada akhirnya Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, tak berselang lama, mereka kembali tertinggal 1-2.
Dejan geleng-geleng kepala melihat betapa mudahnya gawang timnya dibobol. Betapa mudahnya lini belakang Borneo FC kehilangan konsentrasi. Dejan semakin geram lantaran banyak peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol.
“Tentu saja saya kecewa sebagai pelatih. Jangan main untuk uang. Bermain-lah untuk Borneo. Kalau bermain untuk uang, silakan keluar. Jangan bermain di sini,” tutup Dejan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
