
ILUSTRASI: Bonek saat mendukung Persebaya di stadion.
JawaPos.com - Sebuah video mendadak viral di kalangan suporter sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Persebaya alias Bonek. Video yang tengah ramai di media sosial itu memperlihatkan seorang Bonek, seolah kebingungan melihat dua logo Arema yang berbeda di ajang Piala Gubernur Kaltim.
Video berdurasi 1 menit dan 21 detik itu diunggah di akun Instagram dan Youtube @kabarbonekpersebaya, pada Sabtu (24/2/2018). Seorang Bonek yang menggunakan kaus hitam dan topi dibalik tersebut menunjuk logo Arema yang ada di spanduk pertama seraya memanggil nama Yuli Sumpil (dedengkot Aremania).
Namun, dia seolah menunjukkan raut kebingungan sembari tersenyum. Pasalnya, yang terpampang di spanduk pertama merupakan logo lama saat masih bernama Arema Cronus. Sementara, saat melihat logo di spanduk satunya lagi, sudah terpampang logo Arema saat ini. Padahal, spanduk promosi turnamen Piala Gubernur Kaltim itu letaknya berdekatan.
Meski menunjukkan ekspresi bingung dan bertanya-tanya, sepertinya apa yang dilakukan Bonek tersebut sebagai bentuk sindiran. Apalagi, Arema merupakan seteru abadi Persebaya.
Selain itu, Arema memang menjadi salah satu tim yang memiliki problem dualisme. Selain Arema FC yang berlaga di Liga 1, ada pula Arema Indonesia yang statusnya belum lama dipulihkan oleh PSSI dan berlaga di kasta ketiga.
"Lihat (logo) ini. Klubmu itu dualisme. Coba dilihat itu!" ucap sang Bonek dengan bahasa Jawa. Video di akun Youtube Kabar Bonek Persebaya itu sampai saat ini sudah dilihat tak kurang dari 51 ribu.
Sejauh ini, tak ada komentar atau komplain dari pihak Arema terkait perbedaan logo yang terpasang di spanduk promosi Piala Gubernur Kaltim 2018 itu. Agaknya, hal itu murni kekeliruan pihak panitia dalam memasang logo klub yang akan dicetak menjadi spanduk.
Arema sendiri berpeluang bertemu Persebaya baik pada semifinal atau final Piala Gubernur Kaltim 2018. Laiknya rivalitas dua klub di berbagai belahan dunia, duel dua tim degan sejarah panjang di sepak bola Indonesia itu selalu menarik dinanti. "We are rival, but not enemy", sebuah ujar-ujar bahasa asing yang tepat menggambarkan persaingan kedua pihak, baik klub maupun suporter.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
