
Mitra Kukar terlalu sering memaksakan Sissoko bermain sebagai starter
JawaPos.com - Strategi Mitra Kukar dinilai sudah terbaca lawan. Tim pelatih pun diminta melakukan perubahan dengan salah satunya adalah berani merotasi pemain yang dipasang sebagai starter.
Hal itu terlihat jelas saat Naga Mekes kalah dari Arema FC di Stadion Aji Imbut. Singo Edan berhasil mendikte permainan Bayu Pradana dkk. Minimnya rotasi membuat lawan dengan mudah membaca gaya bermain jawara Piala Jenderal Sudirman itu.
Gaya bermain Naga Mekes terlalu monoton. Skema yang diterapkan pun sudah bisa ditebak. Itu terlihat dari starting eleven yang tidak mengalami perbedaan signifikan dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Terutama di lini tengah yang terlalu memaksakan Mohamed Sissoko. Padahal, eks Liverpool dan Juventus itu tengah mengalami performa menurun.
Di posisi tersebut masih ada Muhammad Bachtiar yang bisa dimainkan. Namun demikian, Sissoko tetap dipaksakan bermain penuh. Walhasil, di lini tengah Bayu Pradana seolah bekerja sendirian.
Menilik performa tim kesayangan yang terus anjlok, Mitra Mania (Mitman) mulai bersuara. Sekretaris Mitman, Nur Hidayat mengatakan, pelatih harusnya bisa lebih jeli membaca situasi. Di lapangan, pendukung tidak melihat nama besar. Melainkan performa tim. Jika pemain besar seperti Sissoko, Septian David, bahkan Bayu Pradana kurang memuaskan, pelatih harus berani mengganti.
“Saya pikir semua pemain profesional. Ketika penampilan mereka buruk, wajib diganti. Tapi, ini tidak terlihat saat melawan Arema. Sissoko yang sudah kehabisan energi tetap dimainkan sampai pertandingan berakhir. Akhirnya, imbasnya ke pemain lain,” beber Dayat seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Dayat menambahkan, andai Mitra Kukar tidak berani berubah. Berat rasanya memetik kemenangan saat menjamu tim sekelas Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. “Sebagai pendukung, kami tidak mengharapkan tim kalah. Tapi, jika permainan Mitra Kukar begitu-begitu saja, kami ragu tim bisa finis di posisi sepuluh besar,” pungkas Dayat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
