
Iwan Fals ikut buka suara terkait kartu merah Saddil.
JawaPos.com - Penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals ikut mengomentari kartu merah Saddil Ramdani saat jumpa Thailand di semifinal. Menurutnya, wasit harusnya melihat dahulu awal kejadiannya.
Sejatinya Saddil diharapkan bisa menjadi pahlawan dalam laga itu ketika dimasukkan menit 45+2. Namun belum genap semenit di lapangan dia harus diusir wasit.
Penyebabnya adalah aksi sikut Saddil ke dada pemain Thailand. Saddil melakukan tindakan kurang terpuji itu setelah punggungnya terkena lutut lawan.
"Rupanya Saddil didengkul dulu ya. Wah wasitnya buta. Masak kartu merah, tau gitu injek sekalian udah engak usah sedih, kita dicurangi," tulis Iwan Fals dalam Twitter pribadinya.
Akan tetapi, pelantun lagu Galang Rambu Anarki itu ingin pemain Indonesia belajar banyak dari kejadian tersebut. Menurutnya, andai dicolek, Indonesia harusnya yang bisa provokasi agar wasit menghukum lawan.
"Ya kayaknya Garuda Muda kita harus belajar refleks, kalau dicolek guling-guling sambil meraung-raung, bukan nyikut. Karena ini main bola bukan main silat ya lurr," tandas dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
