
Ilustrasi
JawaPos.com- Begitu vitalkah status juara grup? Jika menilik jadwal dan pembagian grup di babak 16 besar, predikat juara grup lebih menguntungkan bagi Persebaya Surabaya. Sebab, melihat rancangan jadwal di babak 16 besar, Green Force –julukan Persebaya– sudah harus melawat ke markas Persiwa Wamena jika hanya menjadi runner-up grup. Sebaliknya, jika menjadi juara grup, Persebaya akan ditempatkan di grup C. Dan, laga pertama cukup menjamu PSBS Biak di Surabaya.
Nah, melihat kalkulasi tersebut, tak salah jika Rendi Irwan dkk dituntut harus tetap ngotot pada laga terakhir grup 5 menjamu Persinga Ngawi di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (14/9). Kemenangan akan memastikan Green Force sebagai juara grup. Tapi, Persinga tak boleh diremehkan. Meski sudah tak punya peluang lolos ke babak 16 besar, tim berjuluk Laskar Ketonggo itu mampu menyulitkan Persebaya pada pertemuan pertama lalu (15/7). Saat itu, Persebaya dipaksa bermain imbang 1-1.
’’Sebenarnya, kami siap siapa pun lawannya. Hanya, akan sedikit lebih baik bila memulai 16 besar di home lebih dahulu. Suara dari Bonek bisa memberikan perbedaan dan recovery kami lebih maksimal,’’ kata kapten Persebaya Rendi Irwan.
Pernyataan pemain 30 tahun itu memang ada benarnya. Sebagaimana diketahui, perjalanan ke Papua bisa memakan waktu lebih dari sehari. Padahal, jika mengacu pada jadwal, Persebaya langsung menjalani pertandingan kedua empat hari setelah tur ke Papua. Bandingkan bila keluar menjadi juara grup 5. Persebaya akan menjalani laga pertamanya di kandang, lalu empat hari kemudian baru menjalani tur ke luar kandang.
Pelatih Persiwa Djoko Susilo sadar betul timnya menjadi lawan yang paling dihindari. Djoko sendiri berharap Persiwa bisa satu grup dengan Persebaya. ’’Persebaya tim elite, kami sambut positif kalau memang nanti ketemu,” kata Djoko.
Kendala geografis menjadi sumber ketakutan tim yang melawat ke Wamena. Karena itu, Djoko berharap timnya tetap bisa menggunakan home base di luar Kota Wamena. Kemungkinan Pulau Jawa masih tetap menjadi tujuan utama. Sebab, jika harus ber-home base di Papua pun, dibutuhkan banyak biaya. ’’Kalau di Jayapura, pilihannya di Stadion Mandala atau Sentani, tapi butuh biaya tinggi juga untuk ke sana,” ujar pelatih asal Malang itu.
Kubu Persigo Semeru FC juga tak sabar bertemu Persebaya. Bentrok dengan tim asuhan Putut Widjanarko itu bisa terealisasi jika Persebaya menjadi juara grup. ’’Melawan Persebaya memang tidak mudah. Apalagi, dukungan puluhan ribu Bonek selalu ada baik itu home maupun away,’’ kata Putut.
’’Namun, kami tidak pernah takut melawan siapa pun. Target awal kami adalah lolos penyisihan grup. Sekarang, setelah lolos, kami jadi tanpa beban dan akan tampil lepas di tiap pertandingan,’’ sambung pria yang pernah berbaju Persebaya itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
