
Faysal Shayesteh, gelandang serang asal Afganistan, siap meramaikan perebutan slot pemain Asia di Persiba
JawaPos.com - Perebutan slot pemain asing Asia di Persiba Balikpapan kian sengit. Setelah mendaratkan Kyutaro Karube dua hari lalu, Jumat (5/8) malam manajemen Beruang Madu - julukan Persiba, kembali mendatangkan satu pemain berpaspor Asia.
Dia adalah Faysal Shayesteh, gelandang serang asal Afganistan. Pemain 26 tahun itu tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, sekira pukul 20.00 Wita.
Hadirnya Faysal tentu membuat proses seleksi kain sengit. Sebab, posisi kedua pemain ini tidak jauh berbeda. Namun, peluang pemain kelahiran 21 Juni 1991 ini lebih terbuka ketimbang Ryutaro. Sebab, Faysal memiliki kemampuan yang cukup mumpuni.
Hingga saat ini Faysal tercatat sebagai pemain Timnas Afganistan dan dia sudah tidak asing dengan sepak bola Asia Tenggara.
Sebelum mendaratkan kaki di Tanah Air, Faysal pernah merumput bersama Pahang, tim asal Malaysia dan Songkla United (Thailand). Faysal juga pernah merasakan atmosfer sepak bola di Belanda, bersama Twente dan Heerenveen.
Marketing Manager Persiba, Muhammad Ryan menuturkan pemanggilan Faysal bukan keinginan manajemen semata. Namun juga hasil diskusi bersama tim pelatih. “Sampai beberapa hari ke depan, dua pemain ini akan terus kami lihat perkembangannya. Belum ada pemain yang dicoret, termasuk Ryutaro,” sebutnya seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Sebelum melanjutkan proses seleksi, Ryan mengaku ingin mengurus proses administrasi pemain di PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Liga 1. Sebab, di awal putaran kedua, PT LIB menerapkan beberapa aturan baru.
Selain kedua pemain ini, marquee player Persiba saat ini, Anmar Al Mubaraki juga siap memanaskan perebutan slot Asia. Dia bisa bertranformasi dari marquee player menjadi pemain Asia tersebut karena memegang paspor Irak. “Anmar juga bisa isi slot Asia. Tapi, seluruh keputusan tergantung pelatih. Dia yang paling tahu kebutuhan tim,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
