
KONSOLIDASI: Pemain dan pelatih Persebaya saat sesi latihan Jumat (30/6) di Lapangan Polda Jatim.
JawaPos.com – Persebaya tampaknya harus menjamu Persatu Tuban pada 6 Juli nanti di luar Surabaya. Harapan manajemen untuk menggelar laga tersebut di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, direspons negatif oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya tidak mengizinkan laga Persebaya versus Persatu dihelat di stadion legendaris itu karena faktor sarana dan prasarana yang belum memadai. Kadispora Surabaya Afghani Wardhana mengatakan, Gelora 10 Nopember belum bisa digunakan untuk pertandingan yang menghadirkan banyak penonton. Sebab, kondisi pagar pembatas dan lampu stadion tidak memadai.
”Berkaca pada Anniversary Game (17/6), penonton yang hadir mencapai lebih dari 50 ribu. Gelora Bung Tomo yang memiliki standar keamanan lebih bagus dan kapasitas yang lebih besar sampai overkapasitas. Kami tidak ingin hal itu terjadi di Gelora 10 Nopember yang memiliki kapasitas hanya 25 ribu dengan sarana dan prasarana yang belum sempurna untuk menghadapi luapan penonton,” kata Afghani ketika dihubungi Jawa Pos, Jumat (30/6).
Afghani menyinggung aksi penonton yang merangsek ke lapangan setelah Anniversary Game melawan Persik. Juga keberadaan flare pada perayaan ulang tahun ke-90 Persebaya itu. Menurut dia, aksi tersebut membuat sebagian rumput rusak dan membutuhkan pembenahan.
”Bisa tidaknya (Gelora Bung Tomo, Red) digunakan untuk pertandingan Persebaya selanjutnya akan kami pastikan Senin (3/7). Kalau perbaikan bisa selesai sebelum hari H, silakan gunakan stadion itu,” kata Afghani.
Melihat kondisi tersebut, manajemen Persebaya memilih Sidoarjo sebagai home base alternatif untuk laga melawan Persatu. ”Tidak mengapa meski kami main di Sidoarjo. Semoga semangat Bonek tidak surut untuk mendukung Persebaya meski tidak di Surabaya,” kata Direktur Operasional Persebaya Puji Agus Santoso.
Puji menyayangkan sikap pemkot yang tidak mengizinkan Persebaya bermain di Gelora 10 Nopember. Padahal, stadion tersebut memiliki ikatan historis yang kuat dengan Green Force –julukan Persebaya. Di stadion itu pula Persebaya mengukir prestasi sebagai salah satu tim besar di Indonesia.
Sementara itu, pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera tidak terlalu mempermasalahkan jika timnya harus bermain kandang di luar Surabaya. ”Para pemain harus tampil maksimal dan membuktikan bahwa kami juga bisa main bagus di mana pun,” katanya setelah memimpin latihan di lapangan Polda Jatim kemarin. (io/sal/c11/ca)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
