
Aktivitas Mat Halil (kanan) di luar sebaga kapten tim Persebaya. Di antaranya menikmati sate klatak sebelum tampil dalam final turnamen prakompetisi Piala Dirgantara 2017.
Selain sebagai atlet sepak bola, kapten tim Persebaya Surabaya Mat Halil punya kegiatan lain yang berkaitan dengan olahraga. Belum banyak yang tahu Halil merupakan tenaga honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya.
AHMAD SYAFARUDDIN
HALIL masuk ke Dispora sejak September 2015. Dia tidak sendiri. Ada sejumlah mantan pemain Persebaya yang juga bekerja sebagai tenaga outsourcing di Dispora Surabaya. Seperti Bejo Sugiyantoro, Yusuf Ekodono, Jatmiko, Anang Ma'ruf, dan kiper Endra Prasetya.
Pekerjaannya sebagai staf Dispora membuat kegitan Halil semakin padat. Pagi-pagi dia harus mengisi daftar hadir presensi sebelum latihan Persebaya dimulai. Setelah latihan kelar, Halil berganti busana formal. Dia lantas menjalankan peran sebagai surveyor. Halil ditandemkan dengan Endra. Kawasan Surabaya Selatan menjadi wilayah jelajah kedua sahabat ini.
"Tugas saya memantau kondisi lapangan atau fasilitas olahraga di Surabaya Selatan. Seperti lapangan Jambangan, Karangpilang termasuk lapangan futsal yang dibangun Pemkot. Misal ada kerusakan, kami foto dan kirim ke kantor. Nanti ada satgas yang memperbaikinya," jelas Halil Kamis (23/3) kepada JawaPos.com.
Halil sebenarnya sempat dipekerjakan di dalam kantor. Tapi merasa kaku. Dia tidak menemukan kenyamanan saat bekerja di balik meja. "Alhamdulillah sekarang ditaruh lapangan lagi. Jadi enak. Dulu lapangannya kami injak-injak, sekarang kami yang merawat lapangan itu," tutur Halil seraya tertawa.
Bekerja di lapangan membuat Halil bersentuhan langsung dengan mereka yang merawat fasilitas olahraga di Kota Pahlawan. Tidak ada rasa canggung meski harus turun ke bawah. Menurut Halil, ia sudah membuang image pemain bintang Persebaya yang sudah melekat pada dirinya selama belasan tahun.
"Saya harus mengubah image dari Mat Halil yang dieluh-eluhkan menjadi Mat Halil yang sama rata sebagai seorang pegawai. Meski saya hanya mengawasi, tapi apa iya tega melihat orang-orang yang sudah bekerja keras," ucap Halil.
Oleh karena itu, Halil juga tak risih untuk membantu pekerja lapangan. Rasa iba melihat para pekerja yang kelelahan membuat Halil tergerak untuk membantu. Termasuk untuk memotong rumput lapangan. "Jadi sambil jalan juga latihan fisik. Itu manfaat ganda," tutur bapak dua anak ini.
Bagi Halil, bekerja di Dispora membuatnya banyak belajar hal-hal baru. Tak hanya masalah teori dan pengalaman baru, tapi ada pelajaran moral yang dia serap. "Kalau kata coach Iwan Setiawan kondisi ini disebut big zero. Kembali nol lagi. Mat Halil yang dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang," pungkas Halil. (saf/sep)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
