
BERSAING: Dari kiri, Ocvian Ciniago (Bali), Gusti Setiawan, Tegar Infantrie, dan Saeful Hidayat (ketiganya dari Jateng) di Stadion Jenggolo, Sidoarjo.
Ada yang bermobil seharian dari Bali dengan biaya urunan. Ada yang terhambat berjam-jam di tol. Ada pula yang memilih naik motor serta nebeng di rumah saudara. Tidak ada yang mengeluh demi mimpi masuk timnas U-19.
RIZKA PERDANA PUTRA, Sidoarjo
ANTARA Atambua dan Kupang, dua kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), terpisah jarak 270 kilometer. Penuh kelokan, naik-turun, dengan kualitas jalan yang tidak semua bagus.
Aldo Leki harus menempuh jarak itu delapan jam dengan naik mobil travel demi satu impian: bisa terpilih masuk tim nasional (timnas). Dia berangkat dari Atambua setelah mengikuti ujian sekolah Senin lalu (6/3). ’’Sampai Kupang jam tujuh malam. Untuk ujian selanjutnya saya ikut susulan,’’ ungkapnya.
Sesampai di Kupang, dia berkumpul dengan lima pemain hasil seleksi lainnya se-NTT. Mereka adalah Gerry Sae, Endong Tirtayasa, Abdul Hamid, M. Junedin, dan Vladiano Suarez. Enam pemain seleksi tersebut berangkat bersama menuju Surabaya dengan menggunakan pesawat. ’’Kami dapat dana sumbangan dari Magibol (Masyarakat Gila Bola),” ujar Aldo.
Bukan hanya Aldo dan lima rekannya dari NTT yang harus berjuang keras untuk bisa mengikuti seleksi timnas U-16 tingkat regional di Surabaya. Puluhan pemain lainnya yang mengikuti seleksi yang sama harus melewati aral masing-masing untuk bisa sampai tahapan tersebut.
I Kadek Wahyu Yatha Loka dan tiga pemain lainnya dari Bali, misalnya, harus bermobil seharian untuk bisa sampai Sidoarjo, lokasi seleksi. ’’Lumayan terasa capeknya. Ini juga saya habis jatuh. Sebelumnya belum rutin latihan,” ungkapnya.
Di wilayah Surabaya, pada Rabu (8/3) dan Kamis (9/3), tim pelatih menyeleksi 36 pemain dari wilayah Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB. Dua di antara 36 pemain tersebut belum bisa mengikuti seleksi. ’’Yang satu, Rachmat Irianto (anak legenda Persebaya Bejo Sugiantoro, Red), ujian. Satu lagi, Rifat Marasabessy dari Madura United,’’ ujar Miftahudin, asisten Indra Sjafri, pelatih timnas U-19.
Mereka berangkat ke Sidoarjo setelah melewati serangkaian seleksi oleh askot (asosiasi kota) dan asprov (asosiasi provinsi) masing-masing. Mereka yang lolos dari seleksi provinsi harus menjalani seleksi regional yang dibagi empat wilayah. Selain Surabaya, ada Pekanbaru (8–9 Maret), Makassar (10–11 Maret), dan Jakarta (10–11 Maret).
Yang kebetulan berasal dari Jawa Timur tentu perjuangan untuk sampai Sidoarjo memang tidak serumit mereka yang datang dari luar pulau. Tetapi, bukannya tanpa risiko.
Khoirul Ma’arif yang berasal dari Mojokerto, misalnya, mengungkapkan bahwa dirinya berangkat ke Sidoarjo menggunakan sepeda motor. ’’Sama teman saya yang juga dari Mojokerto, Febri Eka Putra,’’ ungkap Khoirul.
Jaraknya memang dekat, sekitar satu jam perjalanan. Tetapi, lalu lintas jalur Mojokerto–Sidoarjo sangat padat. Apalagi, di sejumlah spot rawan kecelakaan. Di Sidoarjo dia beruntung bisa menginap di rumah saudaranya di daerah Sidokare. Jadi, dia bisa berhemat. ’’Nggak perlu nginep hotel,’’ ujarnya.
Cerita lain diungkapkan Tegar Infantrie Sukamto dari PPLP Jateng. Dia menuturkan bahwa dirinya berangkat ke Sidoarjo bersama dengan empat temannya yang juga berasal dari PPLP Jateng.
Mereka adalah Alfiandra Dewangga, Gusti Setiawan, Ahmad Saeful Hidayat, dan juga Raka Surya. ’’Kami naik mobil berlima, diantar bapaknya Dewa (Alfiandra),’’ ujar Tegar.
Sama dengan Wahyu dari Bali, Tegar dan teman-teman berangkat ke Sidoarjo atas biaya sendiri. Mereka urunan biaya hotel dan makan selama di Sidoarjo. ’’Anak-anak urun Rp 500 ribu per pemain. Ada satu yang tidak mampu, kami bayari,’’ ujar Puguh Santoso, ayahanda Dewa Alfiandra.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
