Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Februari 2017 | 15.17 WIB

Dilanda Krisis Keuangan, Persiba Buka Peluang Merger

Suporter Persiba saat mendukung tim kesayangannya di Stadion Sultan Agung. - Image

Suporter Persiba saat mendukung tim kesayangannya di Stadion Sultan Agung.

JawaPos.com - Kompetisi kasta kedua, Liga 2, bakal kick-off  Maret mendatang. Pembagian grup dan match fee yang belum jelas menjadi momok bagi manajemen Persiba Bantul untuk memulai persiapan. Laskar Sultan Agung pun membuka untuk merger dengan klub lain akibat krisis keuangan yang melanda.


”Kalau ada yang mau adop (merger), Persiba terbuka,” ujar Ketua Umum Persiba Bantul Idham Samawi, dihubungi Radar Jogja (Jawa Pos Group).


Pria yang juga anggota DPR RI tersebut menegaskan, tak mudah bagi The Reds mengarungi kompetisi musim ini. Masalah terbesar tentu saja mengenai keuangan. Manajemen Persiba hanya mengandalkan pendapatan tiket dan match fee  dari operator. ”Asalkan masih di Bantul, adopsi tim lain tidak masalah,” imbuh mantan Bupati Bantul ini.


Sampai saat ini, manajemen masih menghitung kebutuhan untuk mengarungi kompetisi. Jika perhitungan tersebut sudah didapatkan, manajemen bisa menentukan langkah. ”Perhitungan kebutuhannya berapa? Pendapatannya berapa? Klop tidak,” katanya.


Musim ini, peserta Liga 2 atau Divisi Utama bakal membengkak. Jumlahnya mencapai 60 klub. Jika kompetisi dibagi menjadi tiga grup, otomatis setiap klub harus mengarungi 19 laga tandang. Kebutuhannya pun sangat besar untuk transportasi dan akomodasi setiap klub.


Jumlah kebutuhan inilah yang nantinya bisa menjadi penentu langkah tim kebanggaan Paserbumi dan CNF tersebut. Jika kebutuhan selama mengarungi satu kompetisi penuh bisa tertutupi dengan potensi pendapatan, Idham memastikan, tak perlu merger dengan klub lain di Indonesia.


Idham sendiri optimistis, Juara Divisi Utama 2011 itu bisa tetap ikut serta di kompetisi mendatang. Ini tak lepas dari regulasi PSSI yang menguntungkan tim dengan keuangan serba cekak seperti Persiba. Itu berupa maksimal usia pemain. Setiap tim hanya boleh memainkan lima pemain di atas U-25 tentu mengurangi kebutuhan Persiba.


”Kami akan memaksimalkan pemain muda dari internal. Mereka bisa menjadi andalan untuk memenuhi target tetap bertahan di Divisi Utama,” tandasnya. (eri/dem/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore