Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 09.46 WIB

Andalkan Kolektivitas, Timo Tak Masalah Ditinggal Dua Talenta Muda

Skuad Persiba saat mengunjungi pembangunan Stadion Batakan, bakal markas mereka. - Image

Skuad Persiba saat mengunjungi pembangunan Stadion Batakan, bakal markas mereka.

JawaPos.com - Persiba Balikpapan bakal mengandalkan kolektivitas tim dalam mengarungi kompetisi musim 2017. Karena itu, Pelatih Timo Scheunemann tak masalah saat Persiba harus kehilangan pemain andalan, termasuk dua talenta muda.


Dari daftar pemain yang ikut seleksi bersama Beruang Madu, julukan Persiba, mulai pagi ini di Stadion Persiba, tak satu pun berstatus bintang.  Dari 24 nama mengikuti seleksi, hampir separuh dihiasi pemain di bawah 23 tahun. Sisanya pemain berpengalaman namun bukan bintang. 


Total 11 pemain muda. Seperti penjaga gawang asli Balikpapan Kurniawan Kartika Ajie, mantan bek timnas U-19 Ibrahim Sanjaya, mantan pemain Persipura Jayapura U-21 Maikel Jackson, Heri Susanto, dan Melkior Leideker Majefat. Plus eks pilar PON Kaltim, Andre Dio dan Vario Rovanda.


Timo membenarkan di timnya saat ini minim pemain bintang. Tapi, itu tidak penting. Bagi dia, bintang yang sebenarnya adalah tim. Dan Persiba adalah tempat menciptakan bintang. “Saya mau, tahun depan manajemen Persiba repot. Pemain yang ada saat ini harganya naik drastis. Saya lebih senang meningkatkan karier mereka,” kata Timo.


Menurut dia, yang membedakan pemain bintang atau tidak bintang hanyalah kepercayaan diri dan mental bertanding. Yang paling penting, bagi Timo, pemain yang direkrut harus komitmen menampilkan kemampuan terbaik di setiap laga. Sama dengan dirinya yang juga memberikan ilmunya 100 persen kepada Absor Fauzi cs.


“Kalau kualitas mengolah bola, saya rasa pemain di Indonesia tidak jauh beda. Artinya, tugas saya saat ini adalah memotivasi dan membentuk pemain yang ada supaya percaya diri dan bisa bersaing,” tuturnya.


Terkait banyaknya pemain muda di skuad saat ini, pria kelahiran Kediri tersebut menilai, kondisi itu bakal memudahkan tugasnya. Itu menjawab regulasi baru yang coba diterapkan PSSI. Di mana semua kontestan wajib memainkan tiga pemain U-23 di setiap pertandingan.


“Saya punya sembilan pemain lebih dengan posisi berbeda. Ini sangat membantu. Tinggal mereka saja bersaing merebut tiga posisi yang disediakan,” kata Timo.


Secara kualitas, ayah dua anak itu yakin para pemain yang masuk radar tim pelatih memiliki skill baik. Tinggal bagaimana para pemain serius melahap program latihan.


Dia hanya menyayangkan, dua young star musim lalu tidak bisa bergabung. Abdul Aziz memilih hengkang ke Pusamania Borneo FC (PBFC) dan Asnawi Mangkualam ke PSM Makassar. “Sangat sayang kami kehilangan dua pemain bagus. Tapi, kami harus membiarkan mereka yang mau pergi. Takutnya, justru tidak 100 persen pas main karena di hati ingin pindah ke klub lain,” bebernya.


Ditambahkan Timo, dari 24 nama terdaftar, baru satu pemain pasti berseragam biru-biru. Yakni, striker asing asal Brasil, Marlon da Silva. Sebanyak 10 pemain yang dipertahankan masih melewati tahap negosiasi sementara sisanya masih seleksi. “Gambaran skuad musim ini tidak jauh beda dengan pemain yang seleksi saat ini. Kalau memang ada yang tidak cocok dengan karakter tim baru diganti dengan pemain baru,” bebernya.


Selama seleksi, dia meminta penggawanya tidak bermain curang. Semua wajib memberikan umpan yang baik kepada teman supaya terlihat bagus semua. Terpenting, jangan berbuat kasar. “Di Persiba tidak ada yang seperti itu. Saya mantan pemain, Bang Bima Sakti (asisten pelatih, Red) juga mantan pemain. Jadi, kami tahu orang yang melakukan trik-trik tersebut. Kami mau di tim ini, semua bekerja sama dari awal,” tuturnya.   


Sementara itu, Bima Sakti mengatakan, dua pemain musim lalu, Gideon Way dan Siswanto sengaja dipanggil kembali sebagai pengganti Aziz dan Asnawi. “Sebenarnya, musim lalu saya memberi rekomendasi kepada 15 pemain. Tapi, manajemen hanya memberikan jatah 10. Nah, pas dua orang gagal direkrut, mereka jadi alternatifnya,” ungkap Bima.


Dipilihnya Siswanto dan Gideon bukan faktor suka dan tidak suka. Lebih kepada kebutuhan tim dan attitude yang ditunjukkan keduanya selama memperkuat Persiba. “Saya dipesan Ketua (Syahril HM Taher, Red) supaya mengambil pemain yang tidak aneh-aneh. Baik di dalam dan luar lapangan. Mereka adalah pemain yang mau tapi dengan hati. Latihan maksimal, main fight,” tuturnya.


Adapun jadwal seleksi Persiba mengalami pengunduran karena kondisi pemain masih kelelahan. Juga ada pemain yang belum datang. Siswanto baru merapat malam tadi pukul 20.00 Wita. (ndu/bby/k8/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore