
BERPENGALAMAN: Heru Santoso sudah berlinsensi FIFA sejak 2013.
Universitas tempatnya bekerja sebagai anggota satpam mendukung penuh tugas Heru Santoso di lapangan hijau. Berharap bisa lebih banyak memimpin laga di kasta teratas pada musim berikutnya.
STENLY RERHARDSON, Malang
LAGA itu harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Suasana pun menjadi kian tegang. Sebab, yang dipertaruhkan oleh dua tim yang bertanding, PSCS Cilacap dan Martapura FC, adalah tiket ke final.
Wasit Heru Santoso pun tahu risiko yang akan dihadapi jika sampai mengambil keputusan besar yang dianggap merugikan salah satu tim. Di sepak bola tanah air level kedua seperti Indonesia Soccer Championship (ISC) B, ancaman fisik mengintai setiap saat.
Tetapi, Heru tidak keder. Dia tetap berpegangan pada aturan pertandingan. Memasuki menit ke-106, dia pun menunjuk titik penalti di depan gawang PSCS Cilacap. Protes keras dilancarkan para pemain PSCS dalam semifinal ISC B tersebut.
Namun, Heru kukuh pada keputusannya. ’’Di situ saya harus berani walaupun banyak protes,’’ katanya kepada Malang Post (Jawa Pos Group).
Ketegasannya itu membuat pertandingan yang berlangsung pada 14 Desember lalu tersebut bisa berlanjut sampai akhir. Penalti itu gagal dimanfaatkan Martapura. Dan, justru PSCS yang bisa mencetak gol kedua lima menit berselang. Tim asuhan Gatot Branowo itu pun lolos ke final dan bablas menjadi juara dengan menundukkan PSS Sleman.
Ketegangan seperti yang terjadi di Gelora Bumi Kartini, Jepara, itu hanyalah satu di antara deretan panjang pengalaman Heru sebagai korps pengadil di lapangan hijau. Kali pertama mengambil kursus lisensi wasit C-3 pada 2004, Heru akhirnya mendapat lisensi FIFA pada 2013.
Kendati lisensi tertinggi di jagat perwasitan sudah di tangan selama tiga tahun terakhir, Heru tetap setia kepada profesinya yang lain: menjadi petugas sekuriti. Jika tidak sedang memimpin pertandingan, Heru bekerja sebagai anggota satpam di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
’’Saya tetap menjadi sekuriti sebagai pekerjaan utama. Sedangkan wasit bisa dikatakan pekerjaan yang juga hobi saya,’’ katanya.
Kerendahan hati dan kebersahajaan itu pula yang mungkin membuat nama Heru tidak setenar wasit FIFA lainnya asal Indonesia. Thoriq M. Alkatiri, misalnya.
Padahal, hanya segelintir wasit berlisensi FIFA di tanah air. Selain Heru yang mendapat lisensi pada 2013 dan Thoriq setahun kemudian, hanya ada Faulur Rozy, Retu S. Wijaya (keduanya angkatan 2011), dan Agus Fauzan Arifin (bareng dengan Heru pada 2013).
Bahkan, jika dibandingkan dengan dua koleganya sesama wasit asal Malang, Iwan Sukoco atau Djumadi Effendi, rupanya nama Heru juga masih kalah gaung. ’’Memang tidak banyak yang tahu (kalau saya berlisensi FIFA) kecuali federasi (PSSI, Red). Waktu itu saya dipercaya untuk mengikuti pelatihan dan mengambil lisensi FIFA oleh PSSI,’’ papar Heru.
Kursus itu diikuti Heru di Thailand. Mantan penggawa Persekam Kabupaten Malang Junior itu berhasil lulus setelah menjalani serangkaian seleksi ketat. Misalnya, lari 150 meter dalam waktu 30 detik. Juga kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang menjadi syarat wajib bagi wasit untuk memimpin laga internasional.
Menjadi wasit FIFA pun membuka pintu baginya untuk melanglangbuana. Tidak lama setelah lulus dari seleksi di Thailand, misalnya, pria kelahiran 27 Februari 1979 itu memperoleh tugas menjadi pengadil lapangan di ajang Peace Cup 2013 yang berlangsung di Bacolod, Filipina.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
