Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Desember 2016 | 05.20 WIB

Gol ke Gawang Thailand Jadi Titik Balik Karier Lerby Eliandry

Lerby Eliandry kini semakin percaya diri menatap kariernya ke depan. - Image

Lerby Eliandry kini semakin percaya diri menatap kariernya ke depan.

JawaPos.com - Lerby Eliandry mengaku, golnya ke gawang Thailand pada fase grup Piala AFF 2016 telah mengubah karier sekaligus membangkitkan rasa percaya dirinya.



Semula, tidak pernah terbesit sedikit pun di benak Lerby bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 asuhan Alfred Riedl. Tidak punya nama besar, tanpa caps bersama timnas senior sebelumnya, bahkan prestasinya di klub juga kalah mentereng dari pemain lain. 



Tapi nasib berkata lain, pelatih berpaspor Austria itu melihat Lerby memiliki potensi luar biasa. 



Kesempatan tersebut dianggap kekasih dari Risma Syahrozad itu sebagai mimpi yang menjadi nyata. Perasaan tidak percaya bahkan sempat dirasakan Lerby karena dia menilai untuk posisi striker, negeri ini masih punya Cristian Gonzales dan Greg Nwokolo yang tentu memiliki jam terbang tinggi. 



“Saya sempat terkejut dan tidak percaya saat mendapatkan panggilan dari timnas,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post (Jawa Pos Group) di kediamannya di Mangkupalas, Samarinda Seberang, kemarin (21/12).



Meski demikian, perjalanan eks striker Bali United di Skuad Garuda tidaklah mudah. Minimnya jam terbang yang dimiliki Lerby membuat banyak pihak meragukan kemampuannya. 



Kritik dan bully pun seolah menjadi makanan sehari-hari bagi Lerby saat melakoni pemusatan latihan di Karawaci, Tengerang. Puncaknya, Lerby sempat merasa putus asa dan ingin sengaja berlatih jelek agar dicoret dari skuad timnas. 



“Saya sempat down dan ingin pulang ke klub. Tapi suatu ketika saya pergi ke gereja, saya menemukan jawaban bahwa saya harus bekerja keras untuk menjawab kritikan dari masyarakat Indonesia saat itu,” imbuhnya.



Berkat kritikan tersebut, Lerby mengaku semakin kuat dan termotivasi untuk berlatih lebih keras. Alhasil, kerja keras itu menunjukkan hasil maksimal. Sebagai pemain muda, Lerby berhasil memikat Riedl untuk menjadikannya starter saat tim Garuda sua Thailand di babak penyisihan. 



Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh pemain 25 tahun itu. Satu golnya ke gawang skuad Gajah Perang -julukan timnas Thailand, berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap dirinya.



“Semua berubah setelah saya berhasil mencetak gol perdana di timnas senior. Kritik mulai berkurang, tapi bukan berarti saya tidak lagi bekerja keras. Saya justru termotivasi untuk lebih baik lagi,” kata pemain berpostur 180 centimeter itu.



Meski gagal membawa Skuad Garuda menjadi juara, Lerby mengaku bahwa prestasi tersebut sudah luar biasa. Itu jika menilik persiapan tim yang hanya berkisar dua bulan. Sementara Vietnam dan Singapura telah lebih dulu menyiapkan diri secara matang. 



“Ini prestasi cukup membanggakan, padahal jika melihat persiapan kita selama ini, bisa lolos penyisihan saja sangat bagus. Tapi kami bisa memberikan hasil lebih dari itu,” ucapnya.



Meski tidak ada jaminan untuk kembali masuk skuad timnas di AFF 2018, Lerby tetap optimistis dirinya bisa bersaing. Usianya masih 25 tahun, dua tahun lagi Lerby menginjak usia emas pemain sepak bola, 27 tahun. 



Dengan kemampuannya saat ini, tidak mustahil nama Lerby akan kembali berkumandang di event sepak bola dua tahunan Asia Tenggara itu. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali menembus timnas,” aku Lerby.

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore