
FOKUS PEMBINAAN: Pengurus Tunas Muda Hamadi setelah laga persahabatan melawan tifosi Milanisti Indonesia di Jayapura Sabtu lalu (17/12).
Barcelona punya La Masia yang menjadi penyuplai kebutuhan amunisi tim Catalan tersebut. Persipura Jayapura? Klub itu juga tak pernah kehabisan stok amunisi lokal. Sebab, di sana ada Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Hamadi (TMH).
ARDI PRIYATNO UTOMO, Jayapura
PULUHAN orang berada di Lapangan Hamadi, Jayapura, Sabtu sore waktu setempat (17/12). Cuaca yang mendung dengan disertai titik-titik gerimis tidak mengurangi keceriaan mereka. Mereka adalah para pengurus dan mantan pemain Tunas Muda Hamadi (TMH). Mereka tengah sparing dengan tifosi Milanisti Indonesia di Jayapura.
Bagi masyarakat Jayapura, nama TMH memang sangat populer. Maklum, TMH bukan hanya klub terkuat di Divisi Utama Kompetisi Internal Persipura Jayapura. Klub itu juga menjadi penyuplai bibit-bibit pemain untuk Persipura dan Papua.
Sejumlah pemain top dari bumi Papua pernah menimba ilmu di TMH. Sebut saja Ricardo Salampessy (Persipura); Okto Maniani (Arema Cronus); Elie Aiboy (Persip Pekalongan); maupun Cornelis Gedi yang sempat bermain bagi timnas U-23 pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Jebolan TMH terbaru adalah dua pilar muda Persipura, M. Thahir dan Osvaldo Haay. Dua pemain itu ikut membawa Persipura menjadi kampiun Torabika Soccer Championship pekan lalu (18/12).
Apa rahasia TMH sehingga bisa terus menelurkan bibit-bibit berbakat di lapangan hijau? ”Kuncinya pada pembinaan yang berjenjang,” kata Ketua Umum TMH Neeskens Rumsarwir. Neeskens menuturkan, pembinaan paling dini di TMH berfokus pada usia 7–8 tahun. Kemudian berturut-turut pada usia 9–12 tahun, 14–16 tahun, U-21, hingga 22 tahun ke atas.
”Untuk usia dini 7–16 tahun, tidak ada degradasi,” ujarnya. Lain halnya dengan usia 22 tahun ke atas. Sebanyak 31 pemain yang ada di kelompok usia itu dibagi ke dalam dua tim. Setiap tahun dua tim tersebut diikutkan ke berbagai turnamen yang ada di Jayapura. ”Nah, setiap tiga bulan kami bakal mengevaluasi para pemain,” jelasnya.
Pemain di tim A yang tidak menunjukkan kualitas bagus harus rela terdegradasi ke tim B. Lalu, posisinya digantikan oleh pemain tim B yang menunjukkan performa menonjol.
Tim A, lanjut Neeskens, bakal sering dipantau pelatih profesional. ”Kebanyakan berasal dari Persipura senior maupun kelompok usia,” ucapnya.
Sistem promosi dan degradasi itulah yang membuat kualitas TMH yang awalnya bernama HMD atau akronim Hamadi terjaga. ”Kami sering menjadi jujukan tim-tim di luar Jayapura yang kebetulan tengah berada di sini,” lanjut pria 35 tahun tersebut dengan bangga.
Kunci sukses lain dari TMH adalah sistem latihan yang kontinu. Neeskens, yang pernah menjadi bagian skuad Papua saat PON 2004 Sumatera Selatan, menjelaskan, tren di Papua selama ini, kebanyakan SSB baru berlatih ketika telah mendaftar di suatu turnamen. Nah, TMH berbeda. ”Kami selalu mengadakan latihan rutin. Konsekuensinya, tentu mereka bakal bosan,” papar Neeskens. ”Namun, hanya itu cara agar peak mereka bisa terus terjaga,” lanjut dia. Karena itu, pihaknya pun berupaya mencari turnamen agar hasil latihan para pemain bisa terlihat.
Kebanyakan yang diikuti adalah turnamen di regional Jayapura. Namun, papar Neeskens, tidak tertutup kemungkinan pihaknya mencoba berkiprah di luar Papua. Sebuah turnamen se-Jabodetabek bakal digelar tahun depan. ”Saya sempat bertanya dan panitia berkata kami bisa ikut,” ujarnya. ”Namun, semua itu bergantung dana dan komposisi skuad yang kami miliki,” terang dia. (apu/c11/bas)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
