
Semen Padang tak izinkan Jandia Eka Putra gabung TC Timnas Indonesia.
JawaPos.com - Keberadaan kiper Jandia Eka Putra di skuad Timnas Indonesia ternyata menyisakan polemik. Pasalnya, Semen Padang menolak melepas kiper utama mereka itu karena satu alasan.
Padahal, seharusnya Jandia harus bergabung dengan Boaz Solossa dkk dalam pemusatan latihan timnas di Karawaci. Namun, dia justru urung hadir.
Direktur Utama Semen Padang, Daconi mengatakan, mereka tidak melepaskan Jandia karena sedang menghadapi krisis di bawah mistar. Rivky Mokodompit yang selama ini menjadi kiper kedua sedang mengalami penurunan performa.
”Posisi kiper itu sangat krusial, dan kami sangat butuh Jandia di posisi itu,” kata Daconi.
Daconi berharap ofisial timnas bisa memahami kondisi yang sedang mereka alami. “Apalagi posisi Jandia selama ini di Timnas bukan pemain utama. Dia di sana (Timnas, Red) hanya untuk latihan saja. Sementara posisi dia di klub sangat kami butuhkan,” tambah Daconi.
Jandia sendiri sejatinya sudah tiga kali dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Masing- masing saat pemusatan latihan berlangsung di Solo, Jawa Tengah akhir September, serta saat ujicoba melawan Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman awal Oktober lalu.
Terakhir ketika pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang-Banten akhir Oktober lalu. Atau, sebelum Timnas melawat ke Myanmar (4/11) dan Vietnan (8/11). Ketika itu, kiper berusia 29 tahun itu sengaja tidak diboyong karena mengalami cedera otot leher.
Pelatih kiper Timnas, Gatot Prasetyo mengungkapkan bahwa, mereka sudah melayangkan surat pemanggilan kepada Jandia. Namun, setelah latihan perdana di Karawaci berlangsung, Jandia tak juga nongol di tempat latihan tanpa adanya pemberitahuan resmi.
Jandia sendiri, kemarin masih tampil membela Semen Padang dalam pertandingan melawan Pusamania Borneo FC di Stadion H. Agus Salim Padang. ”Saya belum dapat konfrimasi resmi terkait kenapa Jandia tidak bergabung. Tapi, sejatinya kami butuh empat kiper selama pemusatan latihan,” kata Gatot.
Menurutnya, mereka memberikan kesempatan kepada Jandia karena performanya yang bagus bersama SP. “Kesempatan ini harusnya dia manfaatkan untuk bersaing dengan kiper lain," ujarnya. (ben/bas/ira/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
