Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi membara saat Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025-2026.
JawaPos.com — Tak ada hasil kalah atau seri, hanya kemenangan yang diterima Bonek saat Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung. Desakan itu menggema jelang pekan ke-24 Super League 2025/2026 yang diprediksi berlangsung panas di Stadion Gelora Bung Tomo.
Persebaya Surabaya memang tengah berada dalam momentum positif usai menang tipis 1-0 atas PSM Makassar. Di sisi lain, Persib Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membungkam Madura United 5-0 di laga tandang.
Situasi tersebut membuat duel Persebaya Surabaya vs Persib Bandung semakin menarik. Kedua tim sama-sama membawa tren kemenangan yang tak ingin terputus begitu saja.
Bagi Persebaya Surabaya, laga kandang kali ini bukan sekadar pertandingan biasa. Rekor kandang menjadi taruhan, sekaligus harga diri yang dipertaruhkan di hadapan ribuan Bonek.
Dari 12 pertandingan kandang musim ini, Persebaya Surabaya meraih 6 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan. Rata-rata poin yang dikumpulkan mencapai 1,75 per laga dengan total 21 gol dan 14 kali kebobolan.
Catatan itu sebenarnya cukup kompetitif untuk ukuran persaingan papan atas. Namun, menghadapi Persib Bandung yang sedang tajam, konsistensi menjadi kunci utama.
Bonek pun tak mau kompromi soal hasil akhir. Mereka secara terbuka mewanti-wanti agar Persebaya Surabaya tak terpeleset di kandang sendiri.
“Tidak ada kata kalah dan seri. hukumnya wajib menang,” ujar salah satu Bonek. Seruan itu langsung ramai diperbincangkan di kalangan suporter.
Dukungan penuh optimisme juga mengalir tanpa henti. “Bismillah menang yaa sayangku,” ujar salah satu Bonek dengan nada penuh harap.
Tekanan moral terus digaungkan demi menjaga asa menembus empat besar Super League 2025/2026. “Intinya harus menang, kami tidak tau caranya harus bagaimana. MENANGKAN !!!!” ujar salah satu Bonek.
Nada keras bahkan terdengar lebih tegas lagi. “Hukumnya harom untuk kalah Jul pokoe kudu menang,” ujar salah satu Bonek.
Ada pula yang menginginkan momen memalukan bagi lawan terulang kembali. “Bikin malu mereka lagi!!” ujar salah satu Bonek.
Atmosfer panas tersebut tentu menjadi energi tambahan sekaligus tekanan bagi skuad Green Force. Persebaya Surabaya tak hanya dituntut tampil disiplin, tetapi juga efektif memanfaatkan peluang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
